Angkasa Pura 2

BTKP Diminta Tingkatkan Peran dalam Menjaga Alat Keselamatan Pelayaran

DermagaRabu, 20 Desember 2017
IMG-20171220-WA0071

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sekretaris Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Capt. Rudiana minta kepada Balai Teknologi Keselamagan Pelayaran (BTKP) untuk semakin meningkatkan peran dan menegaskan kewenangannya sehingga dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga alat-alat keselamatan pelayaran.

“Hal itu sesuai dengan standar IMO, yang pada akhirnya dapat lebih memberikan jaminan keselamatan kepada para masyarakat pengguna jasa transportasi laut,” ujar Rudiana di Jakarta, Rabu (20/12/2017) mewakili Dirjen Perhubungan Laut R Agus H Purnomo.

Pelaksanaan tugas dan fungsi (tupoksi) BTKP diatur dalam KM. 67 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja BTKP. Namun seiring dengan perkembangan, seharusnya KM. 67 Tahun 2002 tersebut dievaluasi dan direvisi sesuai dengan amanat Undang-Undang Pelayaran.

“Sehingga BTKP dapat lebih memaksimalkan tupoksinya menjadi lebih baik,” jelasnya.

Pelaksanaan kegiatan perawatan dan perbaikan alat keselamatan pelayaran tidak terlepas dari peran serta Kesyahbandaran Utama/KSOP/dan UPP di seluruh wilayah di Indonesia terutama dalam hal pengawasan kegiatan yang dilaksanakan oleh Marine Inspector sehingga diperlukan profesionalitas dan komitmen dari para petugas pengawas untuk menegakan keselamatan pelayaran tanpa kompromi.

“Selaku regulator, kita harus terus berkomitmen untuk mengutamakan aspek keselamatan tanpa adanya kompromi karena keselamatan pelayaran adalah mutlak dan menjadi tanggungjawab semua pihak,” ungkap Rudiana.

Penggunaan alat keselamatan yang bersertifikat merupakan suatu persyaratan yang harus dipenuhi oleh para operator dan pemilik kapal.

Walaupun tidak pernah ada yang berharap akan terjadinya kecelakan laut, namun sebagai langkah antisipasi alat-alat keselamatan harus tetap dipersiapkan sesuai dengan standar keselamatan.

Adapun alat keselamatan yang bersertifikat belum tentu mahal harganya bahkan ada yang lebih murah daripada yang tidak bersertifikat, namun kualitasnya akan terjamin serta memiliki kelebihan masa pakai lebih bertahan lama, nyaman, dan tidak berbahaya karena sudah melalui proses approval dan pengujian sesuai dengan standar Life Saving Appliance (LSA) Code. (omy)