Angkasa Pura 2

KNKT Prihatin Masih Banyak Kecelakaan Akibat Kegagalan Fungsi Rem

KoridorKamis, 21 Desember 2017
IMG_20171221_160920

IMG_20171221_161554

JAKARTA (beritatrans.com) – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sangat prihatin masih banyaknya kecelakaan yang diakibatkan kegagalan fungsi rem.

Meskipun jumlah kecelakaan lalu lintas di jalan raya tahun ini berkurang jika dibandingkan dengan tahun lalu, tetapi tetap saja masih tergolong tinggi. Salah satu yang sering jadi penyebabnya adalah akibat rek blong.

“Kegagalan fungsi rem terus berulang serta masih terdapatnya hazard atau kondisi yang membahayakan operasional mobil barang,” kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Kegagalan Sistem Pengereman pada Angkutan Umum” di Jakarta, Kamis (21/12/2017).

IMG-20171221-WA0010

Selain FGD, pada kesempatan itu KNKT juga merilis rekomendasi ke berbagai pihak terkait kecelakaan angkutan umum yang terjadi di Ciloto, Bawen, Karangploso, dan Kebumen.

Menurut Soerjanto, dari keempat kejadian kecelakaan di atas ditemukan penyebab utamanya adalah berkaitan dengan sistem pengereman kendaraan yang tidak berfungsi sempurna, bahkan rusak pada 3 kendaraan. Sementara satu kendaraan lainnya akibat kelelahan sopir.

Kejadian di Ciloto yang menimpa mobil bus B-7057-BGA tidak dirawat secara berkala sehingga sistem pengereman, penggerak kopling dan sistem pemindah daya tidak bekerja optimal.

“Akibatnya mobil bus berkecepatan tinggi saat melewati jalan yang menurun dan curam disertai dengan tikungan tajam,” kata Soerjanto.

IMG_20171221_161702

Kecelakaan di Bawen akibat pengawasan manajerial yang kurang terhadap perawatan kendaraan (unproper management of maintenance) Truk semi trailer H-1636-BP dan ketiadaan cadangan pengamanan system pengereman.

Sedangkan kejadian Karangploso akibat sistem pengereman truk crane N-9065-UA yang tidak bekerja optimal karena adanya kebocoran rubber flexible hose rem yg digunakan di roda kiri depan, kondisi syntheticair hose bocor & parking brake berubah fungsi menjadi tuas pengaktif hydraulic crane.

IMG_20171221_160804

Kejadian yang menimpa Toyota Avanza T-1316-SL mengalami kelelahan saat mengambil lajur lawan saat mendahului kendaraan di depannya pada bagian jalan dengan lebar terbatas dan memiliki bahu jalan yang lebih rendah dari permukaan jalan sehingga bertabrakan dengan Mobil Bus Puji Kurnia B-1853-YZ.

“Melalui FGD ini kami berharap mendapatkan sebuah kesamaan persepsi tentang betapa pentingnya merawat kendaraan agar laik jalan, sehingga selamat, aman, dan nyaman selama berkendara di jalan raya,” kata Soerjanto. (aliy)

loading...