Angkasa Pura 2

15 Trayek Tol Laut dan 3 Feeder Siap Dijalankan Tahun 2018

DermagaJumat, 22 Desember 2017
550411_620-553x354

IMG_20171221_183656

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Laut Nomor AL. 108/5/7/DJPL/2017 tentang Jaringan Trayek Penyelenggaraan Angkutan Barang Tol Laut Tahun Anggaran 2018, maka akan ada 15 trayek tol laut atau bertambah dua dari sebelumnya 13 dan ada tiga trayek feeder.

Kasubdit Lalu Lintas Angkutan Laut Dalam Negeri Ditjen Perhubungan Laut Capt. Wisnu Handoko menyebutkan ketiga feeder itu adalah Tahuna (Sangihe Talaut) sebagai Hub T4, Biak (Papua) Hub T8, dan Tobelo (Halmahera Utara, Maluku) Hub T5.

“Nantinya tiga rute fedeer itu akan menggunakan kapal yang lebih kecil untuk menjangkau daerah-daerah tersebut,” jelas Wisnu kepada BeritaTrans.com, Jumat (22/12/2017).

Jaringan Trayek Penyelenggaraan Angkutan Barang di Laut Tahun Anggaran 2018 yakni T1 Teluk Bayur dengan jaringan trayek Telik Bayur-P.Nias-Mentaeai-P. Enggano-Bengkulu.

T2 Jakarta-Tanjung Batu-Blinyu-Tarempa-Natuna (Selat Lampa)-Midai-Serasan-Tanjungpriok. T3 Surabaya-Belang-Belang-Sanggata-Nunukan-Pulau Sebatik (Sungai Nyamuk)-Tanjung Perak. T4 pangkalan Surabaya dan Tahuna dengan trayek Tanjung Perak-Makassar-Tahuna-Tanjung Perak dengan kapal utama dan Tahuna dengan kapal penghubung.

“T5 Surabaya melalui Tanjung Perak-Makassar-Tobelo-Tanjung Perak dengam kapal utama dan Tobelo dengan kapal penghubung. T6 Surabaya-Tidore-Morotai. T7 Surabaya-Wanci-Namlea-Tanjung Perak. T8 Surabaya-Biak dengan kapal utama dan Biak-Oransbari-Waren-Teba-Sarmi-Biak dengan kapal penghubung.

“T9 Surabaya-Nabire-Seruni-Wasior-Tanjung Perak. T10 Surabaya-Fakfak-Kaimana-Tanjung Perak dan T11 Surabaya-Timika-Agats-Merauke-Tanjung Perak,” tutur Wisnu.

Selanjutnya T12 rute Surabaya-Saumlaki-Dobo-Tanjungperak. T13 Surabaya-Kalabahi-Moa-Rote-Sabu-Tanjung Perak. T14 Surabaya-Larantuka-Adonara (Terong)-Lewoleba-Tanjung Perak dan
T15 Surabaya-Kisar (Wonreli)-Namrole-Tanjung Perak.

Lelang Pengoperasian Tol Laut

Dalam waktu dekat yakni pertengahan Januari 2018, lelang operator tol laut akan dilaksanakan untuk sembilan trayek. Enam trayek menurut Wisnu sudah ditugaskan kepada PT Pelni dan sisanya akan melibatkan swasta untuk turut berperan serta dalam pengoperasiannya.

“Kita targetkan pertengahan Februari 2018 lelang telah selesai dan operator mulai menjalankan tugasnya,” tuturnya.

Dia meyakini bahwa peran swasta akan besar mengingat pada pelaksanaan tol laut tahun 2017 beberapa diantaranya telah turut menjalankan tol laut.

“Kalaupun masih kurang, kita bisa meminta kepada BUMN seperti PT ASDP Indonesia Ferry dan Djakarta Dlloyd,” imbuh Wisnu.

Untuk tahun ini, pada pengoperasian tol.laut, pemerintah melalui Kemhub disebutkannya, menggelontorkan anggaran Rp447 miliar.

Pihaknya juga akan meningkatkan jumlah Rumah Kita sebagai tempat mengumpulkan angkutan tol laut di pelabuhan tujuan.

“Rumah kita juga bisa bersinergi dengan pelabuhan yang memiliki area gudang yang luas, jadi tidak harus selalu baru,” pungkasnya. (omy)