Angkasa Pura 2

Dilarang Beraktivitas yang Menghalangi Rambu Lalin Serta Mengganggu Pejalan Kaki di Trotoar

KoridorSabtu, 23 Desember 2017
IMG-20171222-WA0033

JAKARTA (Beritatrans.com) – Dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) Pasal 275 ayat (1) jo pasal 28 ayat (2) diatur bagaimana menggunakan ruas jalan serta trotoar di sebelahnya.

“Setiap orang yang mengakibatkan gangguan pada: fungsi rambu lalu lintas, Marka Jalan, Alat pemberi isyarat lalu lintas fasilitas pejalan kaki, dan alat pengaman pengguna jalan, melanggar UU dan bisa dikenai sanksi denda. Sesuai diatur dalam UU tentang LLAJ,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno kepada Beritatrans.com di Jakarta Sabtu (23/12/2017).

Dikatakan, pelanggar aturan tersebut dikenai Denda sebesar Rp250.000. “Jika sanksi ini ditegakkan secara adil dan konsisen, maka penyalahgunaan fungsi jalan dan trotoar akan bisa ditekan,” jelas Djoko.

Sedangkan fungsi trotoar sendiri, lanjut Djoko, diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009, yang melarang penggunaan badan jalan dan trotoar sebagai tempat parkir dan usaha dalam bentuk apa pun.

“Larangan itu juga diatur dalam Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 serta Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan,” jelas Djoko lagi.

Dalam beleid itu, menurut dia, terdapat ketentuan pidana yang sangat tegas, 18 bulan penjara atau denda Rp1,5 miliar bagi setiap orang yang sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan dan trotoar.

Dari dua peraturan tersebut, tambah Djoko, dapat disimpulkan bahwa tindakan PKL berjualan di jalan dan trotoar merupakan perbuatan yang melanggar hukum.(helmi)