Angkasa Pura 2

Dibeli Tencent, Go Jek Mau Jadi  Konglomerasi e-Money

Another News KoridorKamis, 28 Desember 2017
gojek

JAKARTA (Beritatrans.com) -  Go Jek ternyata mau jadi lembaga keuangan non bank terbesar di Indonesia. Dengan layanan go-pay, ia mau jadi konglomerasi e-money terbesar, mengalahkan e-money Mandiri, BNI, BRI sekalipun.

Seperti diketahui, mulai bulan ini Go Jek dibeli Tencent, pesaing kuat Alibaba (Jack Ma). Tencent beli GoJek 1,2 Billion USD, atau setara dengan 16,2 triliun Rupiah. Jelas ini pasti bukan perusahaan tukang ojek biasa.

Menurut riset lembaga survei JakPat pada Desember 2016 lalu, persentase penggunaan GoPay di Indonesia telah mencapai 27,1 persen, berada di urutan keempat setelah Mandiri e-Money (43,8 persen), BCA Flazz (39,1 persen), dan Telkomsel T-Cash (29,1 persen).

“Abang-abang ojek cuma jadi alat Go Jek untuk mencapai tujuannya. Intinya adalah transaksi, transaksi, transaksi,” seperti dilansir cnnindonesia.com.

Segala jenis produk yang dikeluarkan, ujungnya untuk meningkatkan transaksi dan database pelanggan.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, kuasai informasi kuasai dunia. Namun tambah lagi, kuasai perputaran uang, anda kuasai seluruh dunia.

Itulah yang dilakukan Jack Ma. Kuasai e-commerce, lalu buat J&T, perusahaan logistik keren 1 hari sampai. Buat apa? Buat melihat lebih jeli peta pergerakan uang dan transaksi di grass root. Dan apa selanjutnya.

Sebentar lagi Jack Ma akan buat perusahaan e-money di Indonesia, mungkin Alipay akan buka cabang segera di sini. Kita lihat saja nanti.

Ujungnya, mereka semua akan membuat lembaga keuangan non bank, untuk kuasai transaksi, database, dan dunia.
Siapa yang menguasai informasi akan menang dalam persaingan di abad ke 21.(helmi)

loading...