Angkasa Pura 2

Mengelola Muatan Lebih di Jalan Raya

Koridor SDMKamis, 28 Desember 2017
IMG-20171227-WA0010

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kebijakan Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat), Kementerian Perhuhungan (Kemhub) menarik semua pengelolaan jembatan timbang dari daerah ke pusat sudah benar. Kebijakan ini sesuai amanah UU No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

“Pembenahan sudah mulai dilakukan. Setidaknya sudah tidak ada upaya lagi bagi petugas di lapangan untuk melakukan tindakan pungutan liar (pungli) yang selama ini melekat dengan operasional jembatan timbang ketika di kelola pemda,” kata Kepala Lab Transportasi  Unika Soegijpranoto Semarang Djoko Setijowarno, ST, MT  kepada Beritatrans.com di Jakarta, Kamis (28/12/2017).

Dikatakan, saat ini sudah ada upaya peningkatan prasarana, pembangunan sistem informasi dan pilot project UPPKB di beberapa lokasi. Mereka adalah (Seumadam/Aceh, Sarolangun/Jambi, Senawar Jaya/Sumsel, Losarang/Jabar, Wanareja/Jateng, Widang/Jatim dan Widodaren/Jatim) pengelolaan jembatan timbang atau UPPKB (Unit Pelaksanaan Penimbangan Kendaraan Bermotor).

Menurut Djoko, fungsi dan tujuan UPPKB adalah pengawasan, penindakan dan pencatatan. “Kebijakan itu dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan menjaga kondisi infrastruktur jalan,” jelas Djoko.

Namun, menurut dia, hingga kini kondisi di lapangan masih menunjukkan sejumlah truk barang yang masih membawa muatan lebih.

Ditemukan Pelanggaram

Selama kegiatan pilot project, papar Djoko, banyak ditemukan  BUMN pemilik barang ikut melanggar muatan lebih. Mereka itu antara lain PT Semen Indonesia, PT Petrokimia Gresik, PT Semen Gresik, PT Pupuk Indonesia, PT Semen Padang, PT Semen Baturaja, PT Pusri.

Data menyebutkan, kelebihan muatan di atas 5%, ditemukan sebanyak 76,6% truk barang membawa muatan lebih.

“Untuk mengalihkan angkutan barang tidak hanya menggunakan jalan raya, perlu mengatur jarak maksimal yang diijinkan,” terang Djoko.

Kajian yang dilakukan Rodrigue (2006), tambah Djoko,  efektif jika jarak tempuh 500 km untuk moda jalan raya. Menggunakan moda KA kisaran 500-750 km dan selebihnya menggunakan transportasi laut.(helmi)