Angkasa Pura 2

Daya Serap Anggaran Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Tertinggi

8EFIMmMW

JAKARTA (beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan pada tahun 2017 berhasil meraih capaian realisasi anggaran sebesar 86,39%. Meskipun masih di bawah target yang ditetapkan, capaian realisasi anggaran ini meningkat jika dibandingkan capaian realisasi anggaran pada tahun 2016.

Data dari Kemhub yang diterima beritatrans.com dan aksi.id di Jakarta, Rabu (3/1/2017), capaian daya serap anggaran tertinggi diraih oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek sebesar 92,25%.

Kemudian disusul oleh Sekretariat Jenderal yakni sebesar 90,51% dari pagu anggaran yang diberikan yaitu Rp 804,76 miliar. Anggaran Sekretariat Jenderal tahun 2016 sebesar Rp 536,07 miliar dan mampu diserap sebanyak 78,85%.

Selanjutnya Inspektorat Jenderal yang mampu menyerap anggaran sebesar 90,06%, naik dari capaian sebelumnya 89,72%.

Capaian terbesar keempat diraih berhasil dicapai oleh Ditjen Perhubungan Laut sebesar 89,92%, juga naik dari tahun 2016 yabg sebesar 74,17%.

Selanjutnya Badan Pengembangan SDM Perhubungan mampu menyerap anggaran sebesar 89,40%, naik dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 78,71%.

Sedangkan Ditjen Perhubungan Darat menyerap anggaran sebesar 88,69% dimana capaian tahun 2016 sebesar 80,63%.

Adapun Ditjen Perhubungan Udara capaiannya sebesar 87,75%. Sedangkan capaian tahun 2016 sebesar 86,12%.

Badan Litbang Perhubungan menempati posisi kedua dari yang terakhir, yaitu menyerap sebesar 84,47%. Meskipun demikian, capaian sebesar ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2016 yang berhasil menyerap 75,96%.

Posisi buncit daya serap anggaran adalah Ditjen Perkeretaapian dengan capaian tahun 2017 sebesar 82,34%. Meskipun demikian, capaian ini cukup tinggi dibanding tahun 2016 yang hanya mampu menyerap anggaran sebesar 55,77%.

Adapun rincian untuk masing-masing sub sektor adalah sebagai berikut: Sekretariat Jenderal pagu anggaran yang diberikan yaitu Rp 804,76 miliar. Anggaran Sekretariat Jenderal tahun 2016 sebesar Rp 536,07.

Kemudian Inspektorat Jenderal sebesar Rp 90,31 miliar dan pada tahun 2016 sebesar Rp 100,16 miliar; Ditjen Perhubungan Darat sebesar Rp 3,92 triliun dan pada tahun 2016 sebesar Rp 3,52 triliun; Ditjen Perhubungan Laut sebesar Rp 11,24 triliun dan pada tahun 2016 sebesar Rp 12,91 triliun; Ditjen Perhubungan Udara sebesar Rp 8,82 triliun dan pada tahun 2016 Rp 9,56 triliun; Ditjen Perkeretaapian sebesar Rp 18,85 triliun dan pada tahun 2016 sebesar Rp 10,41 triliun; Badan Litbang sebesar Rp 116,19 miliar dan pada tahun 2016 Rp 206,26 miliar; Badan Pengembangan SDM Perhubungan sebesar Rp 4,24 triliun dan pada tahun 2016 Rp 5,65 triliun; dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek sebesar Rp 120,44 miliar. (aliy)