Angkasa Pura 2

ASDP Bersama Anak Perusahaan Siap Kembangkan Bisnis Di Luar Penyeberangan dan Kepelabuhanan

Dermaga KoridorJumat, 5 Januari 2018
IMG-20180105-WA0022

JAKARTA (Beritatrans.com) – Direktur Keuangan ASDP Djunia Satriawan  mengatakan, pihaknya akan mengembangkan   sayap usahanya di luar bisnis inti bidang jasa penyeberangan dan jasa kepelabuhananan.

“ASDP melalui anak perusahaaan akan mengembangkan bisnis properti seperti hotel, pariwisata dan jasa lain yang menjanjikan. Banyak aset usaha  ASDP yang bisa dioptimallan baik melalui anak perusahaan atau bermitra dengan perusahaan lain,”  kata Djunia Satriawan di Jakarta, Jumat  (5/1/2018).

Dia menyebutkan pendapatan  ASDP dari angkutan penyeberangan pada tahun 2017 mencapai 60%-62%  Dan diestimasinya akan turun menjadi 57% sejalan dengan peningkatan pendapatan bisnis baru nanti.

Sementara itu, papar Djunia,  sumber pendapatan lain disumbang usaha pengelolaan pelabuhan sebesar 23% dan sisanya berasal dari aneka jasa lainnya. “Kami akan ekstensifikasi pendapatan, bisa dari bunker, area komersial, dan marina,” tukas pejabat BUMN itu.

Duinia menambahkan, di angkutan penyeberangan, hingga 2017, ASDP total lintasan komersial yang dilayani mencapai 309 lintasan sedangkan lintasan perintis mencapai 109 lintasan.

Dari jumlah tersebut, ada beberapa lintasan yang memberikan andil besar ke kinerja ASDP sebagai holding. “Mereka itu adalah Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk dan Padangbai-Lembar,” sebut Djunia.

Di luar angkutan penyeberangan, terang Djunia,  ASDP juga merintis bisnis logistik dengan menjadi operator feri jarak jauh (long distance ferry) di dua rute, yakni Jakarta-Surabaya dan Surabaya-Lembar.

Di Pelabuhan Merak, ASDP sedang membangun dermaga eksekutif yang dilengkapi area komersial. Di Labuan Bajo, ASDP berkongsi dengan PT Patra Jasa (Persero) dan PT PP (Persero) Tbk. dalam pengembangan kawasan marina.(helmi)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari
Pengusaha tol yang tergabung dalam Asosiasi Tol Indonesia (ATI) sepakat memberikan diskon tarif tol pada masa mudik Lebaran 2019. Diskon itu diberikan selama enam hari di semua ruas tol se-Indonesia. Demikian disampaikan Anggota Pengurus Bidang Kebijakan Investasi ATI, Herwidiakto. Hanya saja, secara teknis penerapan diskon itu, pihaknya masih dalam tahap finalisasi pembahasan. “Masih dibahas di ATI, belum bulat. Infonya Senin [27/5/2019) diumumkan. Kalau harinya sepakat di enam hari,” ungkapnya ketika dihubungi, Kamis (23/5/2019). “Disepakati merata semua ruas [dapat diskon tarif]. Besarannya tunggu [pengumuman resmi] dari ATI, biar valid,” lanjut pria yang juga menjabat Direktur Utama Waskita Toll Road itu. Baca: Catat! Transaksi di GT Cikarang Utama Tol Japek Sudah Digeser Terpisah, Ketua Umum ATI, Desi Arryani, menegaskan bahwa kebijakan diskon ini masih didiskusikan. Dia mengatakan, diskusi ini melibatkan semua Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di lingkungan ATI. “Jadi belum final, belum ada keputusan. Kita sih berharap semua bersedia ya, namanya partisipasi untuk Lebaran,” kata Desi belum lama ini. Perempuan yang juga menjabat Direktur Utama Jasa Marga itu mengaku telah berkomunikasi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono. Dikatakan, dalam hal ini Basuki menyerahkan semua keputusan kepada ATI. “Arahannya Pak Menteri, ATI agar mengajukan usulan. [...] Kan beberapa pelaku tol sebenarnya nggak terlalu banyak punya ruas. Yang banyak punya ruas kan sebenarnya Jasa Marga, Waskita, Astra itu aja. Jadi ini masih kita komunikasikan,” pungkasnya.
KoridorKamis, 23 Mei 2019