Angkasa Pura 2

Bambang Pri: Kawasan Tanah Abang Jakarta Pusat Perlu Ditata Secara Komprehensif

Emplasemen KoridorSabtu, 6 Januari 2018
Bambang Prihantono

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono menjelaskan, kawasan Tanah Abang Jakarta Pusat perlu ditata secara komprehensif baik dari sisi transport maupun pemanfaatan ruang.

Kawasan Tanah Abang perlu ditata menjdi kawasan bisnis yang aik, rapi, dan ramah lingkungan termasuk bagi pengguna jalan dan tidak membiarkan PKL membuka lapak di sepanjang trotoar atau pedestrian. Angkytan umum dibangun lenih baik, terintegrasi dengan berbagai moda transportasi yang ada.

“Pemanfaatan jalan di kawasan Tanah Abang untuk kepentingan di luar kepentingan lalu lintas harus memperhatikan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan serta Undang-Undang No 38 Tahun 2006 tentang Jalan,” kata Bambang Pri, sapaan akrab dia dalam siaran pers di Jakarta, kemarin.

Kembangkan TOD

Menurut dia, konsep Transit Oriented Development (TOD) dapat diterapkan di Tanah Abang. “Dalam konsep pengembangan TOD kawasan Tanah Abang perlu diintegrasikan antara penataan stasiun Tanah Abang, penataan Tanah Abang sebagai pusat grosir dan penataan kawasan yang ada di dalamnya dan penataan/restrukturisasi angkutan umum yang ada, jelas Bambang Pri.

Penataan kawasan Tanah Abang, papar dia, sebaiknya mengacu pada rencana tata ruang DKI Jakarta. Dan dilakukan secara konsisten dan terus menerus serta tidak selalu berubah-ubah sehingga mempunyai acuan yang jelas maka sebaiknya melibatkan semua pemangku kepentingan, baik dari unsur pemerintah, swasta dan masyarakat.

Lebih lanjut, Bambang Pri mengatakan bahwa penataan kawasan Tanah Abang sebaiknya memperhatikan pola pergerakan pejalan kaki, pola pergerakan kendaraan bermotor (termasuk parkir), pola layanan angkutan umum dan konektivitas antara stasiun Tanah Abang dengan pusat kegiatan.(helmi)