Angkasa Pura 2

5 ABK Kapal Hasrat yang Hilang Sebulan Lalu di Perairan Sangihe Ditemukan Selamat di Biak

Dermaga Kelautan & PerikananSenin, 8 Januari 2018
massive_waves_pummel_fishing_boat_in_the_north_sea_640_08

SANGIHE (BeritaTrans.com) – Lima kru kapal KM Hasrat, yang dikabarkan hilang akibat cuaca buruk sejak 8 Desember 2017 lalu, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat

Pelaut warga Kampung Tinakareng, Kecamatan Nusa Tabukan (Nustab), Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara, ditemukan dalam kondisi selamat
pada Sabtu, 6 Januari 2018. Mereka ditemukan di Biak, Papua.

“Salah satu keluarga kami yang ada di atas pamboat itu menghubungi kami pada hari Sabtu. Dan dari informasi ini, kami bersama kapitalaung langsung meneruskan informasi itu ke pihak terkait,” kata Andries, keluarga dari salah satu awak KM Hasrat, Minggu, 7 Januari 2017.

Andries menambahkan, mereka juga sempat kaget ketika mendapat kabar bahwa awak kapal berada di sebuah pulau yang tidak diketahui secara pasti di mana.

Namun, informasi itu langsung ditindaklanjuti oleh Lanal Tahuna di bawah Komando Kolonel Laut (P) Setiyo Widodo yang berkoordinasi dengan Lanal Biak untuk mencari para awak yang hilang.

Satuan Intel Lanal Tahuna di bawah pimpinan Mayor Laut (P) Agung Dwi Handoko D selaku Pasiintel Lanal langsung mencari jejak posisi nomor ponsel salah satu korban yang ternyata nakhoda KM Hasrat.

Dari hasil komunikasi itu diperoleh informasi tentang posisi pamboat itu di 1’08.115′S 136^42.709′E berada dekat dengan Pulau Padaidori, Biak, Papua.

Setelah mendapatkan titik koordinat dari korban, Lanal Tahuna mengirimkan koordinat tersebut dan nomor ponsel nahkoda kapal KM Hasrat kepada Satuan Ops Lanal Biak.

“Bersama Basarnas Biak dilakukan evakuasi terhadap korban,” ujar Setiyo.

Hilang Saat Bertolak dari Filipina ke Sangihe

Setiyo mengatakan, kondisi lima warga Sangihe ini dalam keadaan sehat. Para korban sementara ditampung di Kantor SAR Biak guna melaksanakan penanganan lebih lanjut.

“Untuk kondisi kapal korban KM Hasrat mengalami rusak berat, maka diputuskan untuk tidak dibawa dan tetap berada di Pulau Padaidori,” ujar Setiyo.

Camat Nusa Tabukan, T Karim mengatakan warganya dinyatakan hilang setelah bergerak dari Filipina menuju ke Sangihe pada 8 Desember 2017.

Karim mengatakan, kelima warga tersebut masih berada di kapal laut berukuran kecil atau pamboat sekitar 20 mil di belakang Pulau Karakelang, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Saat itu, mereka masih sempat memberitahu kepada masyarakat yang ada di Tinakareng karena mesin mereka ada gangguan. Kelima itu adalah Lasdi Hamka, Muliadi Manderes, Burhanudin Tompoh, Feri Tampilang, dan Andika Hamka.

“Ketika masyarakat meminta untuk menjemput, mereka menolak katanya tidak apa-apa karena perahu jalan pelan,” ujar Karim sambil menambahkan, ternyata hingga pagi hari lima warga itu tidak muncul.

(moy/sumber: liputan6.com/foto: ilustrasi).