Angkasa Pura 2

Perlu Sinergi Antara Lembaga Diklat Pelaut, Pelayaran dan Galangan Kapal

SDMSenin, 8 Januari 2018
IMG-20180108-WA0020

JAKARTA (Beritatrans.com) – Untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan (diklat) kepelautan di Indonesia perlu duduk bersama antara lembaga diklat, perusahaan pelayaran dan pihak galangan kapal. Kualitas pelaut Indonesia harus terus ditingkatkan, agar mereka mampu bersaing di pasar global sekaligus bisa menyumbang devisa untuk negara.

“Mereka harus satu kata, bagaimana pola diklat kepelautan yang terbaik, dengan mengakomodasikan seluruh kepentingan yang ada. Ketiga pihak itu harus bersinergi yaitu antara lembaga diklat pelaut, pelayaran dan galangan kapal,” kata alumni PIP Semarang dan kini bekerja di Pertamina Logistik I Made Cika, MT, M.Mar.E dalam perbincangan dengan beritatrans.com di Jakarta, Senin (8/1/2018).

Melalui sinergi tersebut, diharapkan bisa mewujudkan konsep link and match antara dunia pendidikan dengan lapangan kerja. “Lembaga diklat pelaut ke depan harus mampu menghasilkan lulusan diklat yang terbaik, sesuai kebutuhan pengguna (end user) baik pelayaran atau galangan kapal,” harap Cik.

I Made Cika adalah pelaut Indonesia yang cukup sukses di pelayaran Jepang, NYK. Ia berhasil meniti karier di pelayaran NYK, bahkan mulai cadet sampai menduduki posisi puncak sebagai perwira mesin di kapal, yaitu Chief Engieneer di Kapal NYK. Cika dalam beberapa tahun dipercaya perusahaan NYK Jepang terutama di bagian crewing perusahaan ternama asal Jepang itu.

Salah satu kelemahan dan tantangan pelaut asal Indonesia, menurut Cika, perlunya peningkatan kualitas dan kemampuan teknis si pelaut, baik di bagian deck atau mesin. “Kemudian mereka diperkuat dengan kemampuan Bahasa Inggris yang lebih bagus paling tidak dibandingkan saat ini,” jelas Cika.

Jangan Kalah Dengan Vietnam

Indonesia, menurut Cika merupakan salah satu negara penghasil pelaut ternama dunia. Namun, kualitas pelaut Indonesia cenderung menurun dibandingkan sebelumnya. “Faktanya, banyak pelaut-pelaut Indonesia gagal bersaing dan tidak diterima bekerja di perusahaan pelayaran kelas dunia,” jelas Cika.

Putra Bali ini menambahkan, perlu perbaikan kualitas diklat kepelautan di Indonesia, termasuk di level perwira pembentukan serta rating. “Mereka harus menguasai kemampuan teknis sebagai pelaut, baik deck atau mesin serta ETO (eletro technical officer),” sebut Cika Oleh

“Lembaga diklat pelaut perlu bersinergi dengan pihak pelayaran dan galangan kapal, seperti apa dan bagaimana sosok pelaut yang dibutuhkan. Kemudian lembaga diklat memperbaiki dan meningkatkan diklat serta menambahkan dengan fasilitas praktik yang memadahi sesuai dinamika di lapangan,” tukas Cika.

Industri pelayaran dan galangan kapal di dunia makin maju dan modern. Pelaut Indonesia harus bisa mengantisipasi dan mempersiapkan mereka sesuai dinamika dan kemajuan iptek khususnya di bidang kemaritiman termasuk industri perkapalan,” tandas Cika.(helmi)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari