Angkasa Pura 2

Pertamina dan AKR Corporindo Ditetapkan Untuk Salurkan BBM Tertentu Sampai 2022

Energi KoridorSenin, 8 Januari 2018
Jonan Pertamina n AKR

JAKARTA (Beritatrans.com) – PT Pertamina (Persero) dan PT AKR Corporindo ditetapan sebagai badan usaha migas untuk melaksanakan penyediaan dan pendistribusian jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) tertentu maupun jenis BBM khusus untuk 2018 sampai dengan 2022.

Penetapan itu dilakukan oleh pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta, Senin (8/1/2018).

“Kedua badan usaha tersebut dipilih karena berhasil melalui serangkaian proses yang ditetapkan pemerintah dalam rangka penugasan badan usaha pelaksana penyediaan dan pendistribusian jenis BBM tertentu dan BBM khusus,” kata Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa dalam acara penyerahan surat keputusan tentang penugasan pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian jenis BBM tertentu dan BBM khusus penugasan di Kementerian ESDM, Jakarta.

Dikatakan, pihak BPH Migas telah melaksanakan proses pemilhan terhadap badan usaha pemegang izin usaha niaga umum BBM menjadi badan usaha pendistribusian bbm jenis tertentu tahun 2018 sampai 2022.

Fanshurullah juga menceritakan, proses pemilihan badan usaha Pelaksana Penugasan Penyediaan dan Pendistribusian Jenis BBM tertentu (P3JBT) telah mengundang 25 badan usaha yang memiliki izin usaha miaga umum BBM dan pemerintah dan memiliki fasilitas penyimpanan BBM.

Pertamina AKR ttd

Fanshurullah menuturkan, dari serangkaian tersebut PT Pertamina yang menyatakan kesanggupan untuk menjadi badan usaha Pelaksana Penugasan Penyediaan dan Pendistribusian Jenis BBM Khusus Penugasan (P3JBKP) tahun 2018 sampai 2022.

Sedangkan untuk PT AKR Corporindo sebagai badan usaha Pelaksana Penugasan Penyediaan dan Pendistribusian Jenis BBM Tertentu dengan periode yang sama yakni lima tahun sampai 2022.

“Funggsi utama BPH Migas yaitu melakukan pengaturan agar ketersediaan distribusi BBM dan gas bumi yang ditetapkan pemerintah dapat terjamin di seluruh wilayah NKRI,” tambah dia.

Untuk 2018, kuota penugasan Untuk Pertamina, sebesar 15,9 juta KL janis BBM tertentu dengan penugasan di seluruh wilayah tanah air. Sementara, kuota untuk PT AKR Corporindo sebesar 250 ribu kiloliter (kl) jenis BBM tertentu dengan penugasan di seluruh wilayah Indonesia.

Adapun rincian khusus Pertamina, untuk minyak solar (gas oil) sebesar 15,37 juta KL, minyak tanah (kerosene) sebesar 610 ribu KL, dan untuk jenis BBM khusus penugasan sebesar 7,5 juta KL dengan penugasan di wilayah luar Jawa-Madura-Bali (Jamali).

“Solar untuk AKR itu 1,6% dari alokasi APBN 2018 yang sebesar 15,6 juta, solar untuk Pertamina 91,99% dari alokasi APBN 2018, tambah dia.

Fanshurullah menyebutkan, penetapan badan usaha untuk melaksanakan penyediaan dan pendistribusian jenis BBM tertentu dan jenis BBM khusus penugasan tahun ini berbeda dengan periode sebelumnya.

“Untuk pertama kalinya ditetapkan dengan jangka waktu 5 tahun, ini permintaan pak menteri khusus yang pada setiap tahunnya akan ditetapkan SK BPH Migas tentang kuota volume penugasan baik untuk AKR dan Pertamina.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penetapan waktu kontrak lima tahun ini juga untuk menjamin bagi badan usaha bisa melakukan investasi pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah-wilayah yang selama ini belum tersedia.

Selain itu, BPH Migas juga meminta kepada AKR Corporindo dan Pertamina untuk segera menetapkan lembaga sub penyalur untuk mendistribusikan ke beberapa wilayah tertentu atau menjadi kepanjangan tangan dalam menyalurkan BBM.(helmi)

Foto; Dok @bphmigas

loading...