Angkasa Pura 2

Ditjen Hubud – ICAO Beri Pelatihan Penanggulangan Darurat Keamanan Penerbangan

Bandara KokpitSelasa, 9 Januari 2018
IMG-20180109-WA0003

IMG-20180109-WA0002

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Tingkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di Bandara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) Regional Office Asia Pasific melaksanakan Cooperative Aviation Security Program-Asia Pacific (CASP-AP) Exercise Worshop di Jakarta 9-12 Januari 2018.

Indonesia menurut Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, diberikan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini karena dianggap sebagai negara yang selalu aktif dalam setiap pertemuan CASP-AP.

“Terutama pertemuan untuk update kemajuan dan sharing perkembangan implementasi terhadap regulasi dan standard yang dikeluarkan oleh ICAO. Beberapa kali Indonesia pernah menjadi tuan rumah untuk pertemuan di bawah naungan CASP-AP,  antara lain seperti 7th CASP-AP tahun 2010 dan 2nd Annual Technical and Operational Meeting (ATOM) tahun 2014 yang dilaksanakan di Denpasar, Bali,” tutur Agus di Jakarta.

Acara CASP – AP Exercise Workshop kali ini dibuka Direktur Keamanan Penerbangan M.Nasir Usman mewakili Dirjen Agus dan diikuti 24 peserta dari 9 negara anggota yaitu Indonesia, Thailand, Laos, Bhutan, Timor Lester,Malaysia, Kiribati, Philippines, dan Fiji.

Dalam sambutan tertulisnya, Agus menyatakan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Hal tersebut berlaku juga dalam hal keamanan penerbangan, di mana mencegah terjadinya pelanggaran keamanan penerbangan lebih baik daripada memperbaiki kerusakan akibat pelanggaran sistem keamanan.

“Untuk itu sistem pencegahan terhadap pelanggaran sistem keamanan juga harus terus berkembang, terutama dalam melindungi manusia, infrastruktur, dan peralatan. Jadi  pertemuan ini sangat penting karena akan meningkatkan pengetahuan teoritis dan praktis para peserta tentang bagaimana mengembangkan dan melakukan latihan  pengujian rencana penanggulangan keadaan darurat,” ujar Agus.

Menurut Agus, semua anggota ICAO diminta untuk mengembangkan dan menerapkan langkah-langkah untuk memastikan pengelolaan respon yang efektif atas tindakan-tindakan yang melanggar hukum, sesuai dengan annex 17 tentang keamanan penerbangan. Langkah-langkah antisipasi tersebut harus diuji secara reguler dan berkesinambungan.

Dia berharap para peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang tujuan dan sasaran latihan. Serta dapat merencanakan, mengkoordinasikan dan melakukan latihan keamanan penerbangan.

CASP-AP merupakan program kerjasama tingkat regional Asia-Pasifik yang bergerak di bidang keamanan penerbangan di bawah naungan ICAO. CASP-AP saat ini telah melalui Phase I (2004 – 2009) dan Phase II (2009-2014) yang terdiri dari 12 – 24 negara anggota di kawasan Asia-Pasifik. (omy)

loading...