Angkasa Pura 2

BPTJ Bidik 50% Pengguna Mobil Pribadi Beralih ke Angkutan Umum

KoridorRabu, 10 Januari 2018
IMG-20180110-WA0006

TANGERANG (Beritatrans.com) – Kepala BPTJ Bambang Prihartono menargetkan bisa mengurangi pengguna mobil  pribadi ke angkutan umum termasuk dari Kota Tengerang ke Jakarta. Pengguna mobil pribadi dibidik agar beralih ke angkutan umum, sejalan dengan perbaikan pelayanan yang dilakukan saat ini.

“BPTJ bersama operator dalam hal ini Perum PPD sudah membuka layanan rute baru Transjabodetabek Premium dari Tangerang City Mall (Tangcy) ke ITC Kuningan,” kata Bambang Pri, sapaan akrab dia saat peluncuran  Transjabodetabek Premium di Tangcy Mall, Rabu (10/1/2018).

Pergerakan orang di  kawasan Jabodetabek mencapai 40 juta orang per hari. Mereka menggunakan kendaraan umum dan mobil pribadi termasuk sepeda motor.

“Ke depan kita akan terus tingkatkan kapasitas angkutan umum kita. Targetnya 50% pengguna mobil pribadi beralih ke angkutan umum. Saat ini,  Pemertintah baru mampu mengangkut sekitar 6 juta orang per hari,” jelas Bambang Pri lagi.

Ke depan, pihak BPTJ  bersama operator termasuk Perum PPD akan terus menambah jumlah angkutan umum termasuk bus Transjabodetabek Premium.

“BPTJ bersama PPD akan meluncurkan trayek baru setiap pekan. Dengan begitu bisa mengangkut masyarakat khususnya pengguna mobil pribadi ke angkutan umum,” papar Bambang Pri.

Dia menambahkan, angkutan umum kita terutama Transjabodetabek Premium sudah semakin baik dan nyaman. Fasilitasnya  juga makin baik dan mewah. “Tak ada alasan untuk terus  menggunakan mobil pribadi,” kilah Bambang Pri.

IMG-20180110-WA0008

PPD Siapkan 100 Bus

Sementara, Dirut Perum PPD Pande Putu Yasa menambahkan, pihaknya menyiapkan  100 bus untuk angkutan kelas premium di wilayah Jabodetabek. Mereka sudah siap di pool PPD terutama di Ciputat.

 ”Dari jumlah tersebut baru 40% yang terpakai dan sisanya bisa digunakan untuk memperkuat angkutan umum di Jabodetabek,” jelas Putu.

Trayek PPD dari Tangcy ke ITC Kuningan misalnya, lanjut Putu,  disiapkan 10 unit bus besar. “Jika memang dibutuhkan, PPD bisa menambah lagi,” tegas Putu.(helmi)