Angkasa Pura 2

SP JICT: Pelayanan Memburuk Karena SDM MTI Tidak Profesional

Another News DermagaRabu, 10 Januari 2018
maxresdefault-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com)
- Penyebab utama pelayanan JICT memburuk belakangan ini sebagai dampak dari kebijakan manajemen menggandeng vendor baru PT Multi Tally Indonesia (MTI) yang tidak memiliki SDM trampil dalam menjalankan tugasnya sebagai operator RTGC.

Hal itu diungkapkan Ketua Serikat Pekerja JICT Hazris Maslyah di Jakarta , Selasa (9/1/2018) menanggapi memburuknya pelayanan di JICT belakangan ini.

SP JICT menyesalkan dan prihatin dengan kondisi tersebut karena selain merugikan pengguna jasa dan memicu terjadinya hal hal yang fatal seperti keluarnya petikemas impor tanpa izin terminal, tambah Hazris.

Hazris juga mempertanyakan profesionalitas Direksi JICT sebagai pimpinan yang bertanggungjawab langsung di bidang pelayanan. Karena 15 insiden kecelakaan kerja dan memburuknya produktivitas menunjukkan bahwa Direksi lamban dalam menangani masalah tersebut.

Selain itu tercatat terjadi 28 re-handling muatan di kapal, terjadi salah posisi muat, petikemas tidak terangkut, kapal terlambat bahkan ada truk harus menunggu sampai 32 jam untuk mendapatkan pelayanan. karena SDM MTI tidak bisa menggunakan sistem secara benar.

“Adalah sebuah ironi kita melihat fakta pelayanan JICT memburuk sebagai dampak SDM dari Vendor MTI tidak mumpuni, tetapi pada sisi lain kita saksikan Direksi melakukan kebijakan kontraproduktif dengan mengganti Vendor sebelumnya yang memiliki SDM punya kemampuan profesional.

Dia mengharapkan Pelindo II bersama Kementrian Perhubungan berkonsentrasi penuh menanggulangi pelayanan buruk JICT dengan mengerahkan semua kewenangan yang dimiliki agar memberikan pelayanan terbaik.

“SP JICT berkomitmen penuh untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Tapi kami sayangkan muncul kebijakan Direksi yang kontraproduktif, ” kata Hazris.

Dwelling time dan kemacetan di JICT karena Direksi dan vendor baru MTI kurang profesional dalam menjalankan tugasnya. Kami sesalkan kenapa Direkai seolah menyalahkan pekerja dan malah bersekongkol untuk mendukung keberadaan vendor ini (MTI).

” Kenapa tidak mengembalikan pelayanan seperti semula dengan mempekerjakan kembali para operator handal terdahulu?” kata Hazris. (wilam)

loading...