Angkasa Pura 2

BRT Kota Semarang Harus Dikembangkan Menjadi Multimoda Transportasi yang Baik

Koridor SDMKamis, 11 Januari 2018
BRT TransSemarang

JAKARTA (Beritatrans.com) – Pemkot Semarang dan Pemprov Jawa Tengah akan segera menambah jumlah armada bus rapit transit (BRT) di kota itu, untuk melayani mobilitas warga Kota Semarang dan sekitarnya.

Kini, Semarang sudah berkembang menjadi Kota Metropolitan, dan didukung beberapa kota satelit yang juga tak kalah majunya, seperti Kendal, Demak, Ungaran, Semarang dan Purwodadi (Kedung Sepur).

Perkembangan ekonomi dan kesejahteraan warga di sekitar kedung Sepur cukup baik, dan implikasinya membutuhkan fasilitas transportasi umum yang makin baik pula.

Kepala Lab Transportasi Unika Soegijooranoto Semarang, Djoko Setijowarno, ST, MT menyambut gembira rencana Pemkot Semarang untuk menambah rute dan layanan BRT di Kota Sekarang.

“Untuk BRT Trans Semarang, saat ini masih harus ditingkakan lagi pelayanannya. Frekuensi perjalanan bus harus ditambah dengan tingkat keterjangkauan ke masyarakat yang lebih luas lagi,” jelas Djoko kepada Beritatrans.com di Jakarta, Kamis (10/1/2018).

Ke depan, lanut Djoko, BRT Trans Semarang harus mampu mengangkut dan melayani mobilitas warga Kota terbesar di Jawa Tengah itu. dengan kapasitas besar dan layanan makin baik, maka animo masyarakat naik kendaraan umum bisa ditingkatkan.

“Tingkat kemacetan lalu lintas di Semarang makin tinggi. Untuk mengatasi kemacetan lalin tersebut, transportasi umum harus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Dengan begitu, warga masyarakat mau naik angkutan umum dan meninggalkan mobil di rumah, sehingga kemacetan lalin bisa berkurang,” papar Djoko.

Sementara, untuk BRT Trans Kedung Sepur atau ke kota-kota di sekitar Semarang, misalnya Semarang-Ungaran-Bawen PP sudah cukup baik. “Paling tidak jika dibandingkam dengan Trans Semarang itu sendiri,” kilah Djoko.

Meski begitu, tetap harus dijaga dan ditingkatkan kualitasnya. Demikian juga dengan BRT ke beberapa kota lainnya di sekitar Semarang.

Yang lebih penting lagi, menurut Djoko, BRT Trans Semarang dan Tekdung epur harus dikelola dengan baik dengan membangin sinergi antarmoda yang lebih baik, seperti dengan KA, kapal laut serta esawat terbang.

“Kota Semarang dilalui seluruh modratransportasi, muai darat aut, udara dan kereta api. Semua harus dihubungkan dengan membangun sinergi multimoda yang makin baik,” tandas Djoko.(helmi)

loading...