Angkasa Pura 2

Kerjasama Pemanfaatan Terminal Terpadu Merak Masih Terkendala Status Kepemilikan Aset

KoridorKamis, 11 Januari 2018
IMG-20180111-WA0007

JAKARTA (beritatrans.com) – Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengajak kepada pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan barang milik negara (BMN) melalui Kerja Sama Pemanfaatan (KSP).

Pernyataan ini mengemuka menanggapi rencana pemanfaatan aset lahan Terminal Terpadu Merak (TTM) dan dua Jembatan Timbang yakni Watudodol serta Cekik.

“KSP Terminal Merak (Banten) dan Tirtonadi (Solo) menjadi prioritas Kementerian Perhubungan tahun ini,” jelas Dirjen Budi di Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Diakui Dirjen Budi, pihaknya memeroleh laporan bahwa status asset TTM hingga saat ini masih terkendala pemecahan sertifikatnya. Untuk itu pihaknya meminta Pemda Cilegon agar dapat membantu untuk mempercepat proses dimaksud.

“Hal itu harus segera dilaksanakan, karena rencana KSP belum bisa diproses apabila status aset belum jelas,” ungkap Dirjen Budi.

Terhadap perusahaan BUMN yang akan melaksanakan KSP, Dirjen Budi meminta agar membuat usulan/proposal pemanfaatan TTM, Watudodol, dan Cekik tersebut.

“Kami juga akan segera melakukan kunjungan ke Cilegon untuk berkoordinasi dengan Pemda Cilegon dan BPN untuk melakukan pengukuran ulang lahan-lahan dimaksud,” tuturnya.(aliy)