Angkasa Pura 2

Dirjen Agus Bilang Kondisi Geografis Papua Spesial dan Butuh Navigasi Khusus

Bandara KokpitJumat, 12 Januari 2018
IMG-20170907-WA0025

SENTANI (BeritaTrans.com) – Dengan kondisi geografis yang spesial, Papua dan Papua Barat memerlukan tata cara bernavigasi penerbangan yang khusus pula.

Hal itu disampaikan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso dalam kegiatan “Pemberdayaan Masyarakat dan Modernisasi Layanan  Navigasi Penerbangan di Papua” di Sentani, Papua, Jumat (12/1/2018).

“Oleh sebab itu, kami sebagai regulator bidang penerbangan senantiasa bersinergi dengan Kementerian, Lembaga serta Pemerintah Daerah guna mendukung peningkatan keselamatan dan kelancaran lalu lintas penerbangan di Papua dan Papua Barat. Di antaranya dengan menyiapkan SDM yang andal serta menerapkan teknologi dan prosedur-prosedur penerbangan yang terkini,” ujar Agus.

Di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) kata Agus, telah dilakukan program pemberdayaan masyarakat untuk menjadi insan-insan penerbangan yang akan mengisi dan melayani kebutuhan layanan penerbangan di Papua.

Melalui program beasiswa dari Perum LPPNPI/AirNav Indonesia telah dididik sebanyak 11 orang sebagai personel navigasi penerbangan yang selanjutnya akan dipekerjakan sebagai karyawan di Perum LPPNPI.

“Selain itu Kemhub telah mencetak 16 Pilot yang berasal dari tanah Papua dan Papua Barat. Saat ini masih dilakukan perekrutan sebanyak 12 orang Putra dan Putri terbaik dari tanah Papua untuk dididik sebagai Penerbang di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kemhub,” tuturnya.

Sedangkan di bidang Teknologi, salah satunya adalah ADS-B (Automatic Dependent Surveillance Broadcast) yang telah diproduksi oleh entitas nasional PT. INTI juga akan diinstal di tujuh lokasi di Papua, yaitu di Sentani, Wamena, Oksibil, Dekai, Borome, Senggeh dan Elilim. ADS-B ini kemudian akan digunakan sebagai tools bagi pemanduan lalu lintas penerbangan. (omy)