Angkasa Pura 2

Agus Pambagio: Pemprov DKI Jakarta Harus Tetap Fokus Pada PTM yang Sudah Dirintis Pendahulunya

Emplasemen KoridorSelasa, 16 Januari 2018
IMG-20180116-WA0027

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio meminta Pemprov DKI Jakarta dibawah Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno, tetap berpatokan pada Pola Transportasi Makro (PTM) yang sudah dirintis dan disiapkan para penduhalunya.

“Pemprov DKI Jakarta dibawah Anies-Sandi hendaknya tidak keluar dari PTM yang sudah ada. pengembangan transportasi ke depan harus mengacu dan mengembangkan transportasi umum massal dan terintegrasi,” kata Agus Pambagio dalam perbincangan mengenai Masalah Transportasi Jakarta Terkini, di Jakarta, Selasa (16/1/2018) petang.

Dikatakan, pihak Anies – Sandi diminta untuk fokus membangun transportasi umum sesuai PTM yang sudah ada. “(PTM) Direview itu boleh, menambahi itu bagus. Tapi, tak perlu membuat kajian baru, apalagi yang menyimpang jauh dari yang sudah dirintis pada pendahulunya,” jelas Agus.

Untuk mengurai kemacetan di Jakarta, menurut Agus, tak ada cara yang lebih baik kecuali membangun transportasi umum yang lebih baik. Apalagi, para Gubernur DKI Jakarta sebelumnya sudah mulai mengembangkan BRT, MRT, LRT serta optimalisasi KRL yang sugah terbukti bagus.

“Tugas ke depan, bagaimana membangun integrasi antarmoda transprotasi di Jakarta. Bagimana Transjakarta bisa menyambung dengan KRL, KA Bandara dengan terminal dan pelabuhan. Selain itu, juga perlu disiapkan feeder yang baik dan terintegrasi dari moda transportasi massal yang kini tengah dibangun di Jakarta,” kilah Agus lagi.

Selain itu, menurut dia, kemacetan di Jakarta yang masih tinggi saat ini juga sudah diupayakan dengan membangun infrastruktur transportasi yang baik, dari ebrbagai moda baik darat, KA, laut bahkan udara. “Pelayanan harus ditingkatkan, dengan mengintegrasikan berbagaimoda transportasi tersebut,” tukas Agus.

Selanjutnya, tambah dia, harus dibarengi dengan sosilisasi dan pendekatan ke masyarakat dengan lebih baik. “Kini pemerintah bersama operator transportasi sudah membangun angkutan umum yang lebih baik. Sudah selayaknya masyarakat sadar dan mau beralih menggunaan angkutan umum dan meninggalkan mobil pribadi di rumah,” terang Agus.

IMG-20180116-WA0038

Pembatasan Kendaraan Pribadi

Sementara, akademisi FT UI dan Ketua MTI Ellen Tankudung menambahkan, perbaikan angkutan umum di Jakarta jika tidak dibarengi dengan penataan dan pengendalian kendaraan pribadi akan sia-sia. “Oleh karena itu, Pemerintah bisa membuat kebijakan yang baik dan mendorong masyarakat menggunakan angkutan umum ke masyarakat,” katanya menegaskan.

Angkutan umum di Jakarta sudah semakin baik, lanjut dia, kini saatnya meninggalkan kendaraan pribadi. “Sejalan dengan itu, Pempov DKI Jakarta bisa membuat kebijakan yang mendorong penggunaan angkutan umum. Sebaliknya membatasi penggunaan kendaraan pribadi, baik melalui pajak yang tinggi, pajak jalan atau ERP, pemberlakuan nomor kendaraan ganjil genap dan lainnya,” tukas Ellen.

“Membangun transportasi Kota Jakarta yang baik, humanis dan terjangkau, tak bisa mengandalkan kendaraan pribadi. Sebaliknya, kita harus sadar dan mau beralih menggunakan kendaraan umum yang makin baik dan nyaman ini,” tandas Ellen.(helmi)

loading...