Angkasa Pura 2

Organda Apresiasi Ditjen Hubdat Sosialisasikan Pembatasan Kendaraan Pada Lebaran Sejak Dini

Koridor OtomotifSelasa, 16 Januari 2018
IMG-20180116-WA0011

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Organda mengapresiasi langkah Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemhub) yang melakukan sosialisasi dan mambahas rencana kebijakan pembatasan kendaraan angkutan berat atau kendaraan sumbu tiga atau lebih pada masa Lebaran 2018. Dengan sosialisasi lebih awal, para pelaku uaha khususnya truk angkutan barang bisa siap-siap sejak awal.

“Kita para pelaku usaha khususnya kendaraan angkutan barang yang akan terkena kebijakan tersebut bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik. Selain itu juga melakukan stok bahan baku industri serta bahan kebutuha pokok lebih awal,” kata Kabid Angkutan Barang DPP Organda Kusuma saat dikonfirmasi BeritaTrans.com di Jakarta, Selasa (16/1/2018).

Seperti diketahui, Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat) berencana mengatur dan mengelola kendaraan sumbu tiga atau lebih menjelang Lebaran 2017 mendatang.

Hari ini, Selasa (16/1/2018) Ditjen Hubdar mengumpulkan seuruh pemangku kepentingan untuk membahasa rencana dan persiapan pengaturan kendaraan pada Lebaran 2018 mendatang.

Sesuai rencana, kendaraan sumbu tiga atau lebih dilarang melintas pada H-2 sampai H+2 Lebaran. Untuk tujuan tersebut, Ditjen Hubdat Kementerian Perhubungan (Kemhub) mulai melakukan sosialisasi bahkan minta saran dan masukan dari seluruh pemangku kepentingan.

Menurut Kusuma, mengacu pada kebijakan pengaturan kendaraan angkutan barang khususunya sumbu tiga atau lebih selama libura Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2018 berjalan aman dan lancar. Cara dan kebijakan pengaturan kendaraan selama Nataru 2018 yang tidak ketat ini layak dilanjutkan di masa mendatang.

“Selama Nataru 2018 kemarin berjalan aman dan lancar. Tak ada protes dari lapangan karena semua bisa dilayani dengan baik dan lancar. Kendaraan sumbu tiga atau lebih hanya dilarang melintas di ruas jalan tertentu, jika terjadi kemacetan panjang baru dihentikan,” jelas Kusuma.

Selain rencana pengaturan lalu lintas serta jenis barang yang diangkut selama masa Lebaran 2018, menurut Kusuma, semua baik dan bisa diterutama terkait kebutuhan pokok (sembako) dan industri vital dan berorientasi ekspor.

“Cuma Organda memberikan masukan, agar air minum dalam kemasan termasuk barang yang dikecuali dan tetap bisa diangkut selama Lebaran. Selan itu, juga komditas ekspor-impor, dengan tetap memperhatikan wilayah operasinya,” tukas Kusuma.

Agar izin untuk komoditas ini tidak disalahgunakan, menurut Kusuma, makaprlu dibatasi wilayah operasinya. “Misalnya, barang ekspor dari Sukoharjo, Jawa Tengah kalau mau ekspor ya lewat Tanjung Emas Semarang, bukan melalui Tanjung Priok Jakarta,” sebut dia.

“Begitu juga sebaliknya, barang dari Bogor diekspor melalui Tanjung Priok Jakarta, bukan melalui Tanjung Emas Semarang atau bahkan ke Tanjung Perak, Surabaya. Dengan begitu, jalur mudik kalaupun tetap dilalui kendaraan muatan ekspor-impor yang penting dan proporsional,” tandas Kusuma.(helmi)