Angkasa Pura 2

CEISA Ditjen BC Down, Pebisnis Di Pelabuhan Tanjung Priok Rugi

DermagaKamis, 18 Januari 2018
IMG-20180118-WA0001-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com)
- Pengguna jasa /importir /eksportir dan pengusaha angkutan sangat dirugikan akibat sistem pelayanan dan pengawasan Customs-Excise Information System and Automation (CEISA) milik Ditjen Bea dan Cukai down (ngadat) sejak Rabu siang.

Ketua Forum Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) Qadar Djafar Kamis (18/1/2018) mengatakan barang barang impor di pelabuhan terpaksa terkena Pemindahan Lokasi Penumpukan (PLP) karena tidak bisa keluar akibat dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB) tidak bisa diproses.

Qadar mengatakan sejak Rabu siang layanan penerimaan dokumen kepabeanan berbasis online untuk ekspor impor melalui Pelabuhan Tanjung Priok terhambat akibat gangguan pada sistem pelayanan dan pengawasan Customs-Excise Information System and Automation (CEISA) milik Ditjen BC down.

Sementara itu pengusaha angkutan Gagan Gartika mengatakan ketika CEISA down otamatis berdampak pada pengurusan dokumen impor jadi terhambat.

Selanjutnya barang akan tertunda keluar dari dalam pelabuhan. Karena truck yang masuk dalam pelabuhan harus memegang surat Tila SP2. Sementara SP2 akan tèrbit setelah importir atau PPJK mendapatkan SPPB (Surat Persetujuan Pengeluaran Barang) dari Bea Cukai. Sementara proses untuk mendapatkan SPPB terganggu, kata Gagan.

Sekretaris Umum DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta Adil Karim membenarkan gangguan sistem CEISA terjadi sejak Rabu siang (17/1/2018) dan hingga Kamis pagi (18/1/2018) belum bisa diakses.

Sejak kemarin siang pengajuan dokumen ekspor/impor tidak bisa diproses. “Kondisi ini sangat merugikan pelaku bisnis sebab barang lebih lama tertahan di pelabuhan sehingga harus di PLP,” ujarnya.

Dia mengemukakan tidak berfungsinya CEISA juga mengakibatkan tidak bisa terlayaninya penarikan peti kemas impor yang hendak dilakukan pemeriksaan fisik atau behandle dari terminal peti kemas ke lokasi long room behandle.

ALFI berharap segera dilakukan pemulihan sistem CEISA kepabeanan mengingat kejadian gangguan sistem itu sudah beberapa kali terjadi. (wilam)

loading...