Angkasa Pura 2

Demi Keselamatan, KNKT: Belum Semua Kendaraan Dilengkapi Tempat Lashing

Dermaga Koridor OtomotifKamis, 18 Januari 2018
150712160535-681

JAKARTA (Beritatrans.com) – Sesuai UU kendaraan yang diangkut dengan kapal termasuk di kapal penyeberangan atau ro ro harus diikat atau lashing.  Aturan ini penting untuk keselamatan transportasi itu khususnya kendaraan dan barang atau penumpangnya.

“Hal itu (lashing) untuk mengantisipasi kondisi darurat seperti cuaca ekstrem yang bisa memicu posisi kendaraan di kapal akan berubah posisi bahkan bisa terbalik atau tercebur ke laut,” kata Ketua KNKT Dr. Soerjanto Tjahjono di Jakarta, Kamis (18/1/2018).

Namun sayangnya,  lanjut dia,  belum semua kendaraan baik truk atau bus di lengkapi tempat lashingnya. Termasuk kendaraan terbaru belum semua dilengkapi tempat lashing.  “Kasus ini juga terjadi pada kendaraan baru. Terus bagaimana mau lashing kalau tempatnya  belum ada,” jelas Soerjanto saat dikonfirmasi Beritatrans.com.

Oleh karena itu, KNKT mengimbau para pihak  bisa menindaklanjuti aturan ini.
Bagi produsen kendaraan atau ATPM bisa   segera melengkapi kendaraan  terutama yang baru diproduksi  dilengkapi tempat lashing.

“Saat naik kapal penyeberangan, kendaraan seperti truk, bus dan kendaraan pribadi bisa dilashing dengan baik. Bagi pengusaha angkutan  dan awak angkutan di lapangan bisa langsung menerapkan kebijakan (lashing) dengan baik,” papar Soerjanto.

Dalam beberapa kasus cuaca eksttrim, di Selat Sunda dan Selat Bali ada beberapa truk yang diangkut kapal  roro terbalik  saat ombak besar atau angin ribut di tengah laut.

Yang tak kalah serunya, menurut Soerjanto, dari 34 kasus kecelakaan pelayaran tahun 2017 paling banyak kapal terbakar dan tenggelam.

“Kasus kebakaran tersebut bisa karena banyak hal. Salah satunya barang muatan  yang mudah terbakar  tumpah karena kendaraan yang muat tidak dilashing. Dari muatan rumpah tersebut  bisa menjadi pemicu api yang kemudian membakar kapal sebelumnya akhirnya tenggelam,”  terang Soerjanto.

Dia menambahkan, keselamatan transportasi menjadi tugas dan tanggung jawab kita semua. “Semua pihak bisa mengambil peran untuk menghindari kecelakaan termasuk memenuhi ketentuan lashing di atas kapal tersebut,” tegas Soerjanto.(helmi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari