Angkasa Pura 2

TINGKATKAN SAFETY DAN  SERVICE, INI BEBERAPA REKOMENDASI MENHUB UNTUK RUAS TOL JAKARTA–CIKAMPEK

KoridorSenin, 22 Januari 2018
menteri-perhubungan-menhub-budi-karya-sumadi-1_20170318_193532

BEKASI (Beritatrans.com)  –  Jalan tol Jakarta-Cikampek mengalami kemacetan yang  melampaui batas untuk mendapatkan safety dan level of service. Saat ini jika menuju Bandung via jalan darat ditempuh selama 5-6 jam.

Untuk itu akan dilakukan beberapa rekomendasi dalam kurun waktu dua minggu ini untuk mengatasi masalah tersebut agar dapat meningkatkan safety dan level of service pada jalur itu.

Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau implementasi keselamatan jalan di ruas tol Jakarta–Cikampek, Minggu (21/1/2018) sore.

“Lama waktu tempuh dari Jakarta ke Bandung selama 5-6 jam, berarti  jauh dari rasa nyaman. Kami bersama-sama Korlantas, Jasa Marga dan BPJT merekomendasikan beberapa hal untuk segera diberlakukan dalam waktu paling lama 2 minggu untuk meningkatkan safety dan level of service,” ucap Menhub Budi Karya.

Untuk meningkatkan kedisiplinan dalam waktu dekat ini, akan dilakukan tilang setiap hari pada kendaraan angkutan barang yang melanggar dari segi muatan maupun dimensi.

“Dalam waktu dekat ini akan kita lakukan tilang, dalam hal ini saya mengusulkan Korlantas untuk lakukan tilang setiap hari karena dari lima kendaraan berat yang dites tidak ada satu pun yang sesuai, bahkan ada yang bermuatan dua kali lipat dari batas angkutan barangnya.”

“Seperti diketahui efek dari kelebihan muatan tersebut banyak sekali seperti keselamatan dan kecepatan yang tidak maksimal, selain itu yang membuat saya kurang senang selama ini efek tilang tidak membuat rasa jera bagi yang melanggar,” kata Menhub Budi Karya.

Untuk kelancaran arus kendaraaan nantinya akan di terapkan lajur khusus bagi kendaraan yang akan melintasi ruas tol Jakarta–Cikampek agar meningkatkan keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna jalan.

“Berdasarkan riset dari PT. Jasa Marga akan dibagi 4 lajur yaitu lajur 1 untuk bus bermuatan penumpang, lajur 2 untuk truk muatan, jalur 3 dan 4 untuk kendaraan yang lain. Bus akan mendapatkan prioritas dengan kapasitas di atas 30 orang dia akan mendapatkan kecepatan yang lebih tinggi.”

“Harapannya penumpang dari kendaraan biasa  pindah ke bus angkut sehingga mengurangi volume kendaraan di jalan,” tandas Menhub Budi Karya.(helmi)