Angkasa Pura 2

Djoko: Pelanggaran Batas Muatan Truk Cenderung Bertambah

Koridor OtomotifSelasa, 23 Januari 2018
jembatan timbang

JAKARTA (Beritatrans.com) – Akhir-akhir ini pelanggaran muatan lebih yang dibawa truk barang tidak pernah berkurang. Tapi, cenderung bertambah, walau proses penataan jembatan timbang mulai dibenahi sejak awal 2017.

“Hasil pemeriksaan kendaraan barang antara September-November 2017, mencatat dari 411.000 kendaraan, hanya 119.637 kendaraan (29,11%) yang masuk UPPKB. Sedangkan sebesar 291.363 (70,89%) kendaraan barang tidak masuk UPPKB,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Djoko Setijowarno, ST, MT kepada¬† pers di Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Dikatakan, dari sejumlah kendaraan yang masuk UPPKB, yang melanggar sebanyak 95.510 (79,83%) kendaraan, sisanya 24.127 (20,17%) kendaraan tidak melanggar.

“Pelanggaran meliputi daya angkut (38,28%), dimensi (22,97%), dokumen (22,06%), tata cara muat (3,93%), dan persyaratan teknis (12,76%),” jelas Djoko.

Fungsi UPPKB

Fungsi dan tujuan adanya Unit Penyelenggaraan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau lebih dikenal dengan jembatan timbang di jalan adalah pengawasan, penindakan dan pencatatan dalam upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan menjaga kondisi infrastruktur jalan.

Pemerintah sudah memiliki Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 111 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan. “Aturan ini, dapat digunakan untuk menangkal muatan lebih di jalan bekerjasama dengan Kepolisian yang punya wewenang menindak pelanggaran atau tilang di jalan raya,” papar Djoko.(helmi)

Foto, dok/ ilustrasi

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari