Angkasa Pura 2

Mesin Rusak, KM Astro Sari Bersama 35 Kru Terombang-ambing di Samudera

Dermaga Kelautan & PerikananSelasa, 23 Januari 2018
2018-01-23 22.19.30

TULUNGAGUNG – Satu kapal yang hendak menuju Pantai Popoh dilaporkan terombang-ambing di Samudera Indonesia. Tepatnya di selatan Jogjakarta. Kapal yang diidentifikasi milik nelayan Jakarta itu saat ini sedang berjalan dengan kecepatan hanya 2 knots .

Menurut Kepala Basarnas Pos SAR Trenggalek Asnawi Suroso, kapal tersebut bernama KM Astro Sari dengan nahkoda bernama Casnoto. Kapal itu mengalami masalah mesin sejak Kamis (18/1/2018).

Kapal kemudian mengirim sinyal tanda bahaya pada frekuensi HF, 11270 megaheartz pada Senin (22/1/2018) pukul 18.25 WIB. “Kapal jenis porsin, jenis kapal ikan yang besar,” terang Asnawi, Selasa (23/1/2018) di Pos Pengamatan TNI AL Pantai Popoh, Tulungagung.

Sinyal tanda bahaya dari KM Astro Sari pertama kali ditangkap Bankom RAPI Nasional dan diteruskan ke kantor Basarnas di Jakarta lalu laporan diteruskan ke Basarnas Surabaya karena dianggap yang paling dekat. Kantor Basarnas Surabaya meneruskan ke Pos SAR Trenggalek.

Masih menurut Alwi, jumlah anak buah kapal (ABK) sebanyak 32 orang. “Sebenarnya jumlah ABK masih simpang siur. Karena nahkoda bilang 32, tapi manifes yang kami dapat ada 35 orang,”ucap Asnawi.

Untuk menjalin komunikasi dengan KM Astro Asri, digunakan peralatan manpack codan di Pos TNI AL Popoh, dan di RAPI di Gunung Bolo Tulungagung.

Sebelumnya Basarnas membuka Posko di Pantai Prigi, Trenggalek. Namun, melihat kondisi alam yang masih tidak mendukung, Posko digeser ke Pantai Popoh.

Basarnas juga sempat melakukan penjemputan ke tengah laut namun terganggu cuaca angin kencang dan ombak tinggi dan kembali sebelum sampai ke tujuan.

Saat ini ada satu kapal nelayan lainnya, KM Aquarius yang mendampingi pergerakan KM Astro Asri.

(lay/sumber: jatimtimes.com).

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari