Angkasa Pura 2

Kendaraan Overload Bukan Hanya Merusak Jalan Tapi Juga Memicu Kecelakaan di Lalu Lintas

Aksi Polisi Koridor OtomotifRabu, 24 Januari 2018
Menhub-kagama

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kelebihan muatan (overload) berdampak pada rusaknya jalan tol dan jalan nasional. Kelebihan muatan juga menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

“Tercatat 63 lakalantas di jalan tol melibatkan kendaraan berat l kelebihan muatan. Pemeliharaan jalan tol juga jadi melonjak hingga 20 persen,”  kata Menhub Budi Karya Sumadi di Jakarta, kemarin.

Overload terbukti berdampak negatif bahkan memicu kecelakaan di di jalan raya. Seperti diketahui, Kemhub hersama Korkantas Polri dan PT Jasa Marga sudah mulai menertibkan truk muatan lebib atau overload.

Program ini dimulai Minggu (21/1/2018) razia terhadap  truk muatan lebih akan dilakukan secara rutin dan berkelaniutan.

Ke depan, kata Menhub,  Kami akan pangkas waktu tempuh JKT-BDG via jalur tol dengan membatasi ruas jalan dan penilangan kendaraan berat.

JKT-BDG lebih dari 5 jam itu jauh dari rasa aman, idealnya 3 jam. “Kami segera koordinasi dengan Korlantas Polri, BPTJ, Dinas PU, Dishub, dan Jasa Marga,” BKS inisial yang akran digunakan Menhub RI itu.

Razia ke Medan

Rencana aksi razia kendaraan overload tersebut mendapat respon positif warganet. Mereka langsung berharap,  aksi serupa  segera dilakukan  di daerah lain di Indonesia seperti Medan.

Akun @imamedl_pak,  “tolong periksa di medan juga banyak truk bermuatan lebih dari kapasitasnya, terima kasih,” sebut dia.

Sementara @pujay_wiro, “Sudah ada kerja sama dengan Polri dan @kemenpupr  terkait dengan timbangan tersebut di jalan nasional non tol. Mohon realisasi segera, dampaknya sangat merugikan negara, terima kasih,” tukas warganet ini lagi.

Selanjutnya, akun @harryputra mendoakan, “Sehat selalu pak, semoga bisa normal kembali perjalanan Jakarta – Bandung menjadi 3 jam,” harapa dia.

@arif_selvana menambahkan, ” Kalau kita berbicara truck over load pasti semua truck itu membawa muatan overload semua pak @budikaryas hampir 90%, apa lagi klo rute2 pantura mulai dari Merak hingga Banyuwangi.

Alasan, menurut dia,  masih klasik dari pengusaha truck karena persaingan antar pengusaha trucking membuat ongkos angkutan turun, sehingga solusi dari pengusaha trucking untuk menutupi biaya operasional ya memuat dengan over.”  tandas Arif.(helmi)