Angkasa Pura 2

BPTJ Inisiasi JA Connexion dan Mengawal Pengembangannya

Bandara KoridorJumat, 26 Januari 2018
IMG-20180126-WA0020

DEPOK (BeritaTrans.com) – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menginisiasi lahirnya JA Connexion yang menghubungkan ke dan dari Bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdana Kusuma.

Setengah tahun sejak diresmikan awal Juni 2017, hingga kini BPTJ terus mengawal pengembangannya dan mendorong operator bus untuk ikut terlibat melayani masyarakat di Jabodetabek.

Latar belakang pengoperasian JA Connexion, menurut Kepala BPTJ Bambang Prihartono, dikarenakan jumlah penumpang ke bandara cukup tinggi yaitu, sekitar 81,5 juta orang per tahun.

“Dengan rincian, sebanyak 50 juta penumpang menempuh perjalanan ke Bandara Soekarno-Hatta di terminal 1 dan 2 serta 23-30 juta orang di terminal 3, dan sekitar 1,5 juta orang ke Bandara Halim,” jelas Bambang Pri di Depok, Jumat (26/1/2018).

Melihat kondisi itu, kata dia, salah satu cara untuk mengurangi tingkat kemacetan di jalan menuju bandara, adalah memperbanyak transportasi angkutan massal. Agar, penggunaan kendaraan pribadi ke bandara dapat dikurangi.

Pengembangan JA Connexion ini terus dilakukan oleh BPTJ dalam rangka penanganan kemacetan secara berkelanjutan di wilayah Jabodetabek.

“Untuk itu, BPTJ terus berupaya mengajak masyarakat beralih ke angkutan umum. Target BPTJ adalah menyediakan bus 1.000 armada, saat ini BPTJ sudah mengoperasikan 300 armada bus,” ungkapnya.

Tak hanya mengawal pertumbuhan armada JA Connexion, Bambang Pri juga menyebutkan bahwa Depok sebagai salah satu penyangga Ibukota, sebentar lagi akan hadir Transit Oriented Development (TOD).

“Kita bangun TOD di jati jajar, sehingga dengan dibangunnyaTOD masyarakat bisa terlayani oleh angkutan massal ini,” tutup Bambang Pri. (omy)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari