Angkasa Pura 2

Nakhoda Diminta Pantau Kondisi Cuaca Minimal 6 Jam Sebelum Berlayar

DermagaSelasa, 30 Januari 2018
images (3)

JAKARTA (beritatrans.com) – Seluruh operator kapal khususnya para Nakhoda agar melakukan pemantauan kondisi cuaca sekurang-kurangnya 6 jam sebelum kapal berlayar dan melaporkan hasilnya kepada Syahbandar saat mengajukan permohonan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

Demikian disampaikan Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Capt. Jhonny R Silalahi di Jakarta, Selasa (30/1/2018).

“Selama pelayaran di laut tersebut, Nakhoda wajib melakukan pemantauan kondisi cuaca setiap 6 jam dan melaporkan hasilnya kepada Stasiun Radio Pantai (SROP) terdekat serta dicatatkan ke dalam log-book,” kata Capt.Jhonny.

Capt. Jhonny memengatakan, jika kapal dalam pelayaran mendapat cuaca buruk, kapal tersebut harus segera berlindung di tempat yang aman dan segera melaporkannya kepada Syahbandar dan SROP terdekat dengan menginformasikan posisi kapal, kondisi cuaca, kondisi kapal serta hal penting lainnya.

Sebelumnya, Ditjen Hubla mengeluarkan Maklumat Pelayaran Nomor 12/I/DN-18 tanggal 29 Januari 2018 tentang waspada bahaya cuaca ekstrim dalam 7 hari ke depan.

Maklumat pelayaran ini sebagai respon atas prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa selama 7 hari ke depan ada potensi muncul cauaca ekstrim yang mengakibat gelombang laut dapat mencapai hingga 7 meter, terutama terjadi di kawasan timur Indonesia. (aliy)

loading...