Angkasa Pura 2

Selama 14 Tahun, Kemhub Konsisten Ciptakan Keamanan Fasilitas Pelabuhan

DermagaSelasa, 30 Januari 2018
IMG-20180130-WA0012

KUTA (beritatrans.com) – Selama 14 tahun penerapan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code di Indonesia, Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut konsisten menciptakan keamanan fasilitas pelabuhan. Sedikitnya hingga saat ini sudah 348 fasilitas pelabuhan yang comply dengan ISPS Code.

Demikian yang disampaikan oleh Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Capt. Jhonny R Silalahi saat membuka acara ISPS Code Workshop: Port Security and the Cruise Industry di The Stones Hotel, Legian, Bali hari ini (30/1/2018).

ISPS Code atau Kode Keamanan terhadap Kapal dan Fasilitas Pelabuhan didefinisikan sebagai aturan yang menyeluruh mengenai langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan terhadap kapal dan fasilitas pelabuhan.

“Memasuki tahun ke-14 penerapan ISPS Code diperlukan suatu konsistensi dan terobosan baru untuk menciptakan keamanan fasilitas pelabuhan yang optimal yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi dunia usaha dan perekonomian Indonesia serta dunia maritim Indonesia,” ujar Capt. Jhonny.

Menurut Capt. Jhonny, sebagai pemangku kepentingan maritim di Indonesia, Kementerian Perhubungan bertanggungjawab untuk menciptakan kondisi keamanan yang kondusif karena perekonomian Indonesia ditopang dari perdagangan melaui jalur transportasi laut.

”Transportasi laut yang mengangkut penumpang baik yang bersifat domestik maupun internasional, termasuk kunjungan kapal pesiar yang membawa turis asing ke Indonesia saat ini menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun,” kata Capt. Jhonny.

Untuk itu, lanjutnya, keselamatan, keamanan dan kenyamanan para penumpang yang menggunakan jasa  fasilitas pelabuhan adalah hal-hal yang mutlak harus dipenuhi.
 
Lebih lanjut Capt. Jhonny menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan selaku Designated Authority, sejak pemberlakuan ISPS Code pada 1 Juli 2004 telah secara terus menerus melakukan upaya untuk memastikan penerapan aturan keamanan internasional dimaksud secara optimal terhadap kapal dan fasilitas pelabuhan.

“Bagi kapal dan pelabuhan Indonesia yang tidak dapat memenuhi ketentuan ISPS Code akan berdampak pelabuhan Indonesia tidak akan dimasuki kapal asing, penolakan kapal Indonesia oleh pelabuhan di negara lain dan perdagangan serta perekonomian negara terganggu,” jelas Capt. Jhonny. (aliy)

loading...