Angkasa Pura 2

Antisipasi Angleb 2018, Kemhub Gelar Rakor dengan Stakehokders

KoridorRabu, 31 Januari 2018
image4

JAKARTA (beritatrans.com) – Persiapkan angkutan lebaran tahun 2018, Kementerian Perhubungan melakukan koordinasi awal terkait dengan prasarana dan sarana transportasi dengan beberapa instansi baik Pemerintah, BUMN dan Swasta diantaranya Kepolisian, Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri, Jasa Raharja, Badan Pengatur Jalan Tol.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan membentuk tim koordinasi angkutan lebaran terpadu. Selain itu pelaksanaan posko pusat terpadu rencananya akan dimulai pada 7 Juni 2018 – 24 Juni 2018. Pada kesempatan yang sama, Menhub juga menjelaskan ada hal yang signifikan pada penyelenggaraan angkutan lebaran tahun ini.

“Secara signifikan pada angkutan lebaran 2018 ini selesainya jalan tol dari Jakarta ke Surabaya, artinya kelancaran akan tercipta,” kata Menhub Budi melalui keterangan resmi yang diterima beritatrans.com dan aksi.id di Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Namun Menhub Budi mencatat disekitar Semarang ada jalan yang belum full beroperasi.

“Untuk itu kami berikan pada Polri untuk meneliti jalan terutama beberapa titik di kota-kota di Jawa sehingga masih ada kesempatan untuk melakukan perbaikan di prasarana tersebut,” jelas Menhub.

Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Herry Trisaputra Zuna terkait beberapa jalan tol yang dapat dipergunakan untuk arus mudik lebaran tahun 2018.

“Jadi pada saat lebaran nanti lalu lintas bisa sampai ke Surabaya tapi ada yang sifatnya fungsional. Namun fungsional disini bukan darurat karena sudah pada tahap perkerasan sehingga lebih nyaman jalannya,” ujar Herry.

“Untuk Trans Jawa juga diupayakan fungsional di Pemalang-Batang, Batang-Semarang. Ada lagi fungsional dari Salatiga ke Solo lalu dari Solo ke Madiun,” sambung Herry.

Sementara itu, Kabironops Sops Brigjen Pol. Imam Sugianto mengatakan Polri akan melakukan operasi dan survey untuk mendukung kelancaran angkutan mudik lebaran tahun 2018.

“Polri bersama-sama dengan Kementerian dan Lembaga terkait pada acara mudik lebaran akan menggelar operasi yang durasi waktunya ada 2 minggu, yang rencananya digelar dari 10 Juni sampai 23 Juni. Kemudian bulan Februari kita akan survey dari jalur Sumatera sampai ke Bali, terutama dari Jakarta ke Surabaya. Mudah-mudahan dengan survey lebih awal kita bisa memberikan masukan kepada Kementerian PUPR, Kemudian bulan Maret kita akan optimalkan rapat koordinasi, dan bulan Mei kita sudah memulai operasi cipta kondisi terutama simpatik, kemudian operasi yang dilaksanakan oleh kewilayahan terkait dengan penanganan kejahatan di jalanan,” urai Imam. (aliy)