Angkasa Pura 2

KSOP Sunda Kelapa Minta Operator KM Pinang Jaya Tanggung Jawab Penuh

DermagaKamis, 1 Februari 2018
IMG_20180201_115147

JAKARTA (beritatrans.com) – Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sunda Kelapa Benyamin Ginting meminta operator KM Pinang Jaya, PT Berlian Transindo Kencana bertanggung jawab penuh terhadap ABK yang menjadi korban tenggelamnya kapal KM Pinang Jaya di perairan Laut Jawa, Sabtu (27/1/2018) lalu.

“Saya minta pihak perusahaan bertanggung jawab penuh pada ABK yang menjadi korban KM Pinang Jaya, baik terhadap korban selamat maupun yang belum ditemukan,” kata Benyamin Ginting saat bertemu dengan 14 korban selamat KM Pinang Jaya di kantor KSOP Kelas III Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Kamis (1/2/2018).

Benyamin Ginting menyampaikan, KSOP Sunda Kelapa akan mengawal para ABK untuk mendapatkan hak-haknya, termasuk mengurus berbagai dokumen pribadi dan dokumen kepelautan ABK yang hilang di laut.

“KSOP Sunda Kelapa juga akan mengeluarkan surat keterangan bagi para ABK untuk mengurus surat kehilangan di kepolisian. Sehingga pihak kepolisian dapat segera menerbitkan surat kehilangan yang dapat digunakan sebagai dasar pengurusan berbagai dokumen ABK yang baru seperti KTP, Ijazah, buku pelaut, sertifikat kepelautan, dan sebagainya,” ujar Benyamin Ginting.

Richie Sebastian selaku perwakilan dari PT Berlian Transindo Kencana, perusahaan pemilik kapal, menyampaikan bahwa perusahaannya akan bertanggung jawab penuh pada ABK KM Pinang Jaya, baik ABK yang selamat maupun yang masih belum ditemukan.

“Kami akan bertanggung jawab penuh sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Richie.

Richie juga menegaskan bahwa perusahaannya tidak akan memutuskan hubungan kerja dengan ABK KM Pinang Jaya.

“Sejauh mereka tetap ingin bekerja dengan kami, tidak akan diberhentikan. Kecuali mereka sendiri yang ingin berhenti,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya KM Pinang Jaya yang mengangkut ribuan ton semen diterjang ombak dan tenggelam di perairan laut Jawa pada Sabtu (27/1/2018) sekitar pukul 5 sore.

Sebanyak 14 ABK berhasil diselamatkan. Sedangkan 3 ABK lainnya masih belum ditemukan hingga hari ke-6 ini. (aliy)

loading...