Angkasa Pura 2

Ada Help Desk, Angkasa Pura I Kata Dirjen Agus Tetap Harus Jemput Bola

BandaraSelasa, 6 Februari 2018
IMG-20180205-WA0063

JAKARTA (BeritaTrans.com) РDirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengapresiasi dibentuknya Pusat Layanan Informasi (PLI/help desk) yang didirikan Angkasa Pura I dan gabungan berbagai stakeholder terkait pembangunan yang ditujukan bagi warga terdampak  pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo.

“Saya harap, help desk tidak hanya menunggu kedatangan masyarakat untuk melaporkan masalah dan mencari solusinya. Namun nantinya tim dari help desk juga diharapkan bisa jemput bola, mengunjungi individu, komunitas atau pemukiman-pemukiman warga yang terdampak untuk menggali data serta permasalahan terkait pembangunan yang dihadapi warga sehingga permasalahan bisa ditangani secara komprehensif dan tidak berlanjut di kemudian hari,” urai Agus di Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Warga masyarakat menurut dia, biasanya minder atau tidak cukup memiliki keberanian untuk menghadapi sebuah korporasi besar. Jadi seharusnya korporasi tersebut atau dalam hal ini tim help desk AP 1 dan stakeholder lain menjemput bola sehingga semua persoalan bisa diserap dan diselesaikan dengan tuntas dan saling menguntungkan dan tidak timbul masalah lanjutan.

Menurut Agus, respon cepat semua pihak yang terlibat dalam pembentukan help desk tersebut sangat diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan yang timbul serta untuk mempercepat proses pembangunan bandara sehingga bisa diselesaikan tepat waktu.

“Permasalahan yang timbul selama ini memang tidak berkaitan langsung dengan proses teknis pembangunan bandara, tetapi bisa mengganggu proses pembangunan bandara. Untuk itu harus segera diselesaikan semua permasalahannya,” ungkapnya.

Sebagai regulator  penerbangan nasional, Agus menyatakan, pihaknya berkepentingan agar pembangunan bandara tepat waktu dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan serta kenyamanan penerbangan. Hal ini terkait dengan tatanan kedandarudaraan serta sistim penerbangan nasional.

“Bandara baru bertaraf internasional di Yogyakarta ini sangat diperlukan, baik untuk meningkatkan perekonomian di daerah Yogyakarta maupum nasional. Kami telah memasukkannya dalam rencana tatanan kebandarudaraan dan sistim penerbangan nasional yang didalamnya ada terkait masalah rute, slot dan sebagainya. Untuk itu kami berkepentingan agar pembangunan dan pengoperasian bandara tepat waktu sehingga bisa mendukung penerbangan nasional dan pada ujungnya bisa ikut meningkatkan perekonomian,” kata Agus. (omy)