Angkasa Pura 2

Angkut 140 Pemain Orkestra, Kapal Korut Mangyongbong 92 Tiba di Korea Selatan

DermagaRabu, 7 Februari 2018
Kapal Mangyongbong 92 saat berkunjung dalam Asian Games 2002 di Korea Selatan.

SEOUL (BeritaTrans.com) – Kapal feri Korea Utara yang mengangkut 140 orkestra yang akan tampil di Olimpiade Musim Dingin, Pyeongchang, Korea Selatan, tiba pada Selasa (6/2) sekitar pukul 17 waktu setempat atau sekitar pukul 15 WIB.

Untuk kali pertama selama 16 tahun, kapal itu bakal menjadi pengecualian dari sanksi yang dijatuhkan terhadap Korea Utara.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan menyatakan Kapal Feri Mangyongbong 92, akan dikawal menuju Pelabuhan Muko, sebelah timur Korea Selatan.

Mangyongbong 92

Kementerian mencabut larangan berlabuh bagi kapal-kapal Korea Utara untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan Olimpiade yang dimulai Jumat (9/2).

Seoul melarang seluruh kapal-kapal Korea Utara masuk ke pelabuhan dan menghentikan sebagian besar hubungan inter-Korea termasuk pariwisata, perdagangan dan bantuan pada 2010. Kala itu kapal perang milik angkatan laut Korea Selatan ditorpedo oleh Korea Utara dan menewaskan 46 pelautnya.

Rombongan seni dari Korea Utara dipimpin penyanyi Hyun Song Wol akan tampil di Gangneung, dekat tempat penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Kamis (8/2) dan di Seoul pada Minggu (11/2).

“Kapal itu akan digunakan untuk transportasi dan penginapan,” kata Kementerian Unifikasi Korea Selatan.

Terakhir kali kapal tersebut melintas ke perairan Korea Selatan saat membawa pemandu sorak Korea Utara dalam Asian Games 2002 di Kota Pelabuhan, Busan, Korea Selatan.

KARAOKE & ES KRIM

Bernama seperti puncak gunung di Korea Utara, Mangyongbong 92 adalah pemberian sekelompok warga pro-Pyongyang di Jepang kepada Kim Il Sung. Kapal itu adalah hadiah bagi pendiri Korea Utara sekaligus kakek Kim Jong Un itu pada perayaan ulang tahunnya yang ke-80 pada 1992.

Kapal tersebut memiliki puluhan kabin dari berbagai kelas, termasuk kamar khusus bagi ayah Kim Jong Un, Kim Jong Il, serta kakeknya.

Lihat juga: Petinggi Korut Hadiri Pembukaan Olimpiade Korsel

Menurut tayangan video pada 2002, kapal itu juga dilengkapi dengan restoran, sebuah bar lengkap dengan mesin karaoke, serta sebuah toko di mana para tamu bisa membeli souvenir serta makanan ringan seperti es krim.

Pejabat Seoul menyatakan kapal tersebut dapat mengangkut 350 penumpang.

Etnis Korea yang menyumbangkan kapal feri itu biasa bepergian antara Jepang dan Korea Utara, mengirim uang dan berbagai bahan lain ke Korea Utara.

Namun, Jepang melarang kapal itu masuk ke perairannya pada 2006 sebagai respons atas uji coba rudal jarak jauh oleh Korea Utara. Akibatnya nilai perdagangan, remitansi dan pertukaran lain anjlok.

Jepang juga menduga kapal feri itu digunakan untuk menyelundupkan bagian-bagian rudal dan suku cadang lain yang diperlukan dalam program nuklir Pyongyang.

Media pemerintah Korea utara menolak tuduhan penyelundupan sebagai plot untuk menjustifikasi kebijakan permusuhan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. (