Angkasa Pura 2

Berganti-Ganti Moda Transportasi, Harga Batubara Nasional 20% Lebih Tinggi

Ekonomi & Bisnis Emplasemen EnergiRabu, 7 Februari 2018
KA BABARANJANG

images

JAKARTA (Beritatrans.com) – Biaya transportasi batubara  dari mulut tambang  sampai ke konsumen bervariasi antara 10-20% tergantung lokasi dan volume barang yang diangkut. Sementara, 52% bauran energi  primer di PLTU PLN berasal dari batubara.

“Sementara, lokasi PLTU sebagai konsumen batubara nasional bervariasi dan harus berganti-ganti moda transportasi bahkan lokasinya cukup jauh. Akibatnya PLN sebagai konsumen harus membayar harga lebih tinggi,” kata Ketua SP PLN Jumadis  Abda menjawab Beritatrans.com di Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Sebagai contoh,  lanjut dia,   harga batubara di PLTU Bukit Asam Sumatera Selatan (Sumsel) adalah Rp647/ kg. Tapi itu PLTU di mulut tambang. Sementara, banyak PLTU di Indonesia berada jauh dari lokasi tambang batubara.

“PLTU Suralaya misalnya ada di pantai daerah Cilegon, Banten. Pasokan batubara dari Bukit Asam Sumsel, maka harus diangkut dengan KA ke Tarahan Bandar Lampung sebelum dikapalkan ke Suralaya,” sebut Jumadis.

Jadi untuk mengangkut batubara  itu harus berganti moda transportasi berkali-kali dan biayanya tidak  murah. Sementara, harga batubara saat ini sudah mencapai kisaran US$100/ ton.

“Bisa dibayangkan, berapa harga batubara jika harus dipasok dari daerah Kalimantan Timur atau Kalimantan Selatan atau daerah lain di Indonesia,” kilah Jumadis.

Oleh karena itu, menurut dia, harga batubara  ke PLTU berbeda-beda di setiap daerah. “Semakin baik kualitas batubara makin mahal harganya dan jika lokasinya jauh tentu harganya lebih mahal lagi,”  tegas Jumadis.(helmi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari