Angkasa Pura 2

KM Sabuk Nusantara 55 Rusak Mesin, Warga Pulau Sembilan Terisolasi

DermagaRabu, 7 Februari 2018
KM Sabuk Nusantara 55

KOTABARU (BeritaTrans.com) – Cuaca ekstrem dalam dua hari terakhir terjadi di perairan Pulau Sembilan, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, mendera nelayan setempat. Sejak fenomena itu terjadi mereka tidak bisa melaut sementara memilih untuk istirahat.

Akibat cuaca ekstrem paceklik tidak hanya menggelayuti ratusan nelayan. Dimungkinkan dalam berapa hari kedepan warga di kepulauan itu mengalami keterisolasian.

Kapal perintis, KM Sabuk Nusantara 55 satu-satunya transportasi mengalami kerusakan. Kapal sekarang posisinya berada di Pulau Marabatuan harus balik ke Batulicin, Kabupaten Tanahbumbu.

Tidak bisa melayani keberangkatan penumpang dari Pulau Marabatuan, karena mengalami kerusakan mesin. Gearboks mengalami pengasapan.

“Saat ini Sanus (Sabuk Nusantara) 55 ada di Pulau Marabatuan. Setelah ke Pulau Matasirih langsung ke Batulicin. Tidak kembali ke Pulau Marabatuan menjemput penumpang karena gearboks berasap,” kata Hasbi salah seorang warga Pulau Marabatuan, Rabu (7/2/2018).

Menurut Hasbi, warga bingung tidak adanya transportasi akibat dampak kerusakan mesin KM Sanus 55, sementara takut menggunakan kapal nelayan karena gelombang tinggi.

“Sudah jelas warga di Pulau Sembilan tidak bisa ke kota. Tidak tahu sampai kapan, kalau seminggu saja sudah pasti,” katanya seperti dikutip tri8bunnews.com

Ditambahkan Hasbi, tidak mengetahui pasti penyebab berasapnya gearboks KM Sanus 55. Informasi didapat dari awak kapal, Sanus tidak bisa labuh jangkar. Titik biasa Sanus 55 labuh jangkat ditempati tugboat labuh jangkar.

Diakui dia, selain persoalan itu. Menjadi penyebab karena tidak selesainya pelabuhan dikerjakan pemerintah pusat, dihentikan pekerjaan karena masuk cagar alam sehingga Sanus 55 tidak bisa sandar.

“Tidak tahu apakah Sanus 55 saat tidak bisa labuh jangkar, mesinnya terus hidup,” ujarnya.

Namun dipastikan bila tidak ada solusi selama KM Sanus 55 dalam perbaikan, warga Pulau Sembilan terisolasi. Tidak berani menggunakan kapal nelayan karena cuaca ekstrem.

Kepala Cabang PT Pelni Batulicin-Kotabaru Tunggul, dikonfirmasi melalui telepon genggamnya membenarkan, kerusakan mesin dialami KM Sanus 55 sehingga harus kembali ke Batulicin.

Tunggul juga tidak membantah karena kejadian itu, KM Sanus 55 tidak bisa mengangkut warga di Pulau Marabatuan.

“Ya tidak bisa diangkut,” singkatnya.

Ditanya apa penyebab berasapnya gearboks, Tunggul tidak memberikan keterangan secara rinci. (lay).

loading...