Angkasa Pura 2

Banyak Kecelakaan Lalu Lintas karena Penegakan Hukum yang Tidak Tegas

Aksi Polisi KoridorMinggu, 11 Februari 2018
Laka lantas

kecelakaan-bus-di-tanjakan-emen_1002_2_20180210_191109

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kegaduhan terjadi  (terkait banyaknya kecelakaan lalu lintas)  di Indonesia terjadi  karena penegakan hukum tidak berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Demikian disampaikan Ketua Ikatan Ahli Pengujian  Kendaraan Bermotor Indonesia (IPKBI) Dwi Wahyono dalam pesan viral yang diterima BeritaTrans.com di Jakarta, Minggu (11/2/2018).

Sebelumnya, Pakar Transportasi FT UGM Prof.Dr. Danang Parikesit dalam pesannya  mengatakan, “Beberapa kejadian kecelakaan lalu lintas  di lndonesia, cerita dan analisisnya sama terus. Makanya saatnya regulator lebih keras pada operator dan pengemudi supaya lebih tanggungjawab.”

Dikatakan Danang,  kini saatnya regulator pusat dan daerah tidak boleh melakukan pembiaran. Salah juga. “Fondasi transportasi kan keselamatan,” kata Danang lagi.

Menurut Dwi Wahyono, penegakan hukum menjadi kunci untuk memperbaiki kondisi yang carut marut dan banyak memicu laka lantas.

“Coba penegakan hukum itu dilakukan dengan tegas. Saya  rasa mereka  tidak gaduh,” tukas Dwi.

Permasalalannya, lanjut dia,  berani tak para penegak hukum bertindak tegas? Kalau peraturannya yang salah, ya diganti supaya bener.

“Tapi,  selama belum diganti tetap harus  ditegakkan sesuai aturan. Jangan léda lédé (bimbang-red),” papar Dwi.

Dia menambahkan, artinya bisa bimbang dan bisa lebih luas lagi. Tergantung konteksnya. “Arti luasnya, tidak melakukan yang seharusnya dilakukan,” sebut Dwi.

Mestinya, menurut Dwi,  kita harus kembali pada Negara hukum dan bukan Negara politik. Dengan demikian untuk menangani kasus sejenis, menjadi terasa lebih adil.

“Dasarnya peraturan perundang-undangan dan bukan didasarkan pertimbangan politik,” tandas Dwi Wahyono.(helmi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari