Angkasa Pura 2

Dirjen Agus Paparkan Kondisi Penerbangan Nasional di Hadapan Mahasiwa ITB

Bandara Kokpit SDMSenin, 12 Februari 2018
IMG-20180211-WA0001

BANDUNG (BeritaTrans.com) – Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso memaparkan kondisi penerbangan nasional saat ini di hadapan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) disela diskusi panel Menggali Potensi Penerbangan Indonesia di Aula Barat kampus ITB, Bandung, kemarin (11/2/2018).

Menurutnya, pertumbuhan penumpang sektor transportasi udara memberikan pengaruh positif terhadap kenaikan pertumbuhan ekonomi nasional dari tahun ke tahun.

Pada periode antara tahun 2015-2017, rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional per tahun sebesar 5.06%. Sementara itu jumlah penumpang pesawat udara juga meningkat 11% tiap tahunnya dari dua tahun terakhir.

“Sektor penerbangan juga memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) dan sektor pariwisata,” ujarnya.

Saat ini terjadi peningkatan PDB dengan rata-rata pertumbuhan 5,4% per tahun antara tahun 2011-2016. Pertumbuhan PDB nasional tersebut terjadi seiring dengan pertumbuhan kontribusi sub sektor transportasi udara terhadap PDB yang rata-rata sebesar 3,6% per tahun pada periode yang sama.

Sedangkan Peran Transportasi udara untuk sektor pariwisata, disebutkan Agus, pertumbuhan jumlah wisatawan mancanegara rata-rata sebesar 8,6% pada tahun 2011-2016 merupakan bagian dari total diman angkutan udara nasional.

‚ÄúTransportasi merupakan komponen utama Perjalanan Wisata, sehingga berdampak langsung pada belanja wisata. Pertumbuhan sektor pariwisata tidak lepas dari peran sektor transportasi udara sebagai pembuka akses dan konektifitas antarwilayah,” papar Agus.

Peningkatan kapasitas infrastruktur bandara melalui pengembangan dan pembangunan serta penetapan penggunaan bandara internasional dilakukan guna mendukung tercapainya target 20 juta wisatawan mancanegara dan 275 juta pergerakan wisatawan nusantara pada 2019.

Sektor Pariwisata sendiri merupakan salah satu sektor yang berkontribusi besar terhadap PDB yaitu 9% atau setara dengan Rp.946,09 triliun di tahun 2014 dan ditargetkan 15% di tahun 2019. (omy)