Angkasa Pura 2

Pembatasan Lalu Lintas di Kawasan Puncak masih Berlanjut

KoridorSenin, 12 Februari 2018
IMG-20180212-WA0026

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pasca bencana longsor yang terjadi di kawasan Puncak Bogor, Senin (5/2/2018), pembatasan lalu lintasnya masih terus berlanjut di kawasan Puncak. Mulai hari ini diberlakukan pengaturannya di ruas jalan Gunung Mas, Bogor, sampai dengan Ciloto batas Kabupaten Cianjur.

“Pengaturan lalu lintas dilakukan dengan cara penutupan jalan bagi lalu lintas umum di ruas jalan tersebut serta pengalihan kendaraan melalui jalan alternatif,” jelas Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi di Jakarta, Senin (12/2/2018).

Hal itu didasari Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 6 Tahun 2018 Pasal 3 tentang Pengaturan Lalu Lintas di ruas Jalan Nasional Ciawi- Puncak- Batas Kabupaten Cianjur, dilakukan pengaturan pengalihan arus lalu lintas melalui beberapa jalan alternatif.

PM yang ditetapkan pada 8 Februari 2018, ini memberlakukan empat skema pengalihan arus lalu lintas melalui jalan alternatif. Untuk kendaraan dari Jakarta ke arah Cianjur dialihkan melalui jalur Bogor, Sukabumi, Cianjur. Sementara dari Jakarta ke arah Cianjur diarahkan melalui Jonggol- Cianjur.

“Untuk kendaraan dari Cianjur ke arah Jakarta dialihkan melalui Cianjur, Sukabumi, Bogor, dan an dari Cianjur ke arah Jakarta dialihkan melalui Cianjur- Jonggol. Selain itu, penutupan jalan bagi lalu lintas umum di ruas jalan Gunung Mas, Bogor sampai dengan Ciloto batas Kabupaten Cianjur mulai berlaku sejak 6 Februari sampai selesainya proses perbaikan jalan yang rusak,” urainya.

Terkait pengaturan lalu lintas ini, sebelumnya Dirjen Budi juga telah bertemu stakeholder terkait, di area lokasi bencana di Puncak, Bogor, Selasa (6/2/2018), menjabarkan bahwa ruas Simpang Gunung Mas, Cisarua hingga Ciloto, Cianjur disepakati untuk ditutup sementara selama dilakukan pelaksanaan perbaikan dan penanganan bencana alam.

“Penutupan jalur dimulai 6 Februari 2018 hingga masa perbaikan selesai antara 10-20 hari ke depan,” jelas Budi. (omy)