Angkasa Pura 2

Komit Dukung Keamanan Penerbangan, Airnav Perpanjang MoU dengan KOHANUDNAS

Bandara KokpitSelasa, 13 Februari 2018
IMG_20180213_084744

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia komit untuk dukung keamanan, keselamatan penerbangan, dan pertahanan wilayah udara Indonesia.

Untuk itu, Airnav menandatangani perpanjangan perjanjian kerja sama koordinasi pertukaran data dan informasi penerbangan serta penegakan hukum di wilayah udara Indonesia dengan Komando Pertahanan Udara Nasional (KOHANUDNAS), kemarin (12/2/2018).

“Perjanjian kerja sama ini meliputi pertukaran data dan informasi untuk kepentingan keselamatan penerbangan, keamanan dan pertahanan negara serta penegakan hukum di wilayah udara Nusantara,” jelas Direktur Utama Airnav Indonesia Novie Riyanto di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Menurutnya, ranah AirNav Indonesia adalah keselamatan penerbangan, sedangkan KOHANUDNAS adalah pertahanan dan keamanan, perjanjian kerja sama ini merupakan sinergi menjaga ruang udara Nusantara.

“Sebelumnya kami telah menjalin kerja sama sejak AirNav Indonesia resmi berdiri pada 2013 lalu. Substansinya kurang lebih sama, kami memberikan data dan informasi penerbangan yang dapat mendukung upaya menjaga keamanan wilayah udara Nasional yang dilakukan oleh KOHANUDNAS. Selain itu koordinasi antara kedua belah pihak juga diatur melalui mekanisme military civil coordination (MCC),” urainya.

Selain dapat mengakses data penerbangan yang relevan, KOHANUDNAS juga menempatkan personelnya di Cabang Airnav yang fungsi utamanya adalah menjadi penghubung utama antara air traffic controller AirNav dengan KOHANUDNAS sektor maupun pusat.

Sesuai peraturan perundang-undangan, terdapat beberapa klasifikasi ruang udara Nasional yang terlarang atau terbatas untuk penerbangan sipil, yakni air defence identi-fication zone (ADIZ), restricted area (area terbatas) dan prohibited area (area terlarang).

“Bila terdapat pesawat udara sipil maupun asing yang teridentifikasi oleh peralatan navigasi penerbangan kami, ATC akan segera memberikan peringatan dini. Jika pesawat tersebut tetap melanggar meski sudah diberikan peringatan, maka ATC kami akan segera melaporkannya kepada petugas MCC Cabang untuk mendapatkan penanganan. Petugas MCC kemudian akan menjalankan mekanisme pelaporan pada internal KOHANUDNAS untuk menindaklanjuti pelanggaran tersebut sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku,” papar Novie.

Panglima KOHANUDNAS, Marsekal Muda TNI Imran Baidirus, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dunia penerbangan tanah air terus bergerak dinamis dan turut berperan dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Instansi-instansi pemerintah yang bergerak di bidang penerbangan baik sipil maupun militer juga mulai menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi,” ungkap Imran. (omy)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari