Angkasa Pura 2

Kemenpar Makin Ketat Tempel BUMN Transportasi

Bandara Destinasi KokpitRabu, 14 Februari 2018
IMG-20180214-WA0018

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Pariwisata makin ketat menempel Badan Usaha Milik Negara (BUMN) transportasi, khususnya terkait penerbangan. Hal itu dilakukannya demi peningkatan jumlah wisatawan baik nusantara (wisman) dan mancanegara (wisman).

Dengan optimisme tinggi, Kemenpar telah mengusung agar AirNav Indonesia berkolaborasi dengan PT Angkasa Pura (AP) I dan AP II, UPBU, dan maskapai penerbangan (airlines) meningkatkan kapasitas slot penerbangan dan pembangunan infrastruktur di beberapa bandara dalam upaya mendukung target pariwisata nasional meraih 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun ini.

“Kami akan berkolaborasi dan sinergi dengan pengelola bandara (AP I dan AP II), UPBU dan maskapai penerbangan sebagai kunci keberhasilan program-program meningkatkan keselamatan, kapasitas, dan efisiensi penerbangan di Indonesia,” kata Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto saat pertemuan dengan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya sebagai rangkaian roadshow dukungan unsur 3A (Authorities – Airports & AirNavigation – Airlines) di Gedung Sapta Pesona kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Selasa (13/2/2018).

Menpar mengapresiasi dukungan AirNav Indonesia yang akan menambah slot penerbangan dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan tahun ini mencapai 17 juta wisman.

“Penambahan slot penerbangan dibutuhkan untuk mendukung pariwisata. Sebab, sejumlah maskapai penerbangan juga sudah menyatakan kesiapannya menambah seat capacity,” kata Menpar.

Menpar menjelaskan, dalam upaya memenuhi kebutuhan seats, pihaknya melakukan peningkatan kapasitas airport dengan berbagai strategi yakni pembangunan fisik, pengembangan bandara, dan pembangunan bandara baru.

“Tetapi semua ini tidak akan berjalan bila tidak ada penambahan slot penerbangan. AirNav sudah komit. Ini luar biasa. Terima kasih AirNav,” katanya.

Air connectivity menurutnya, menjadi kunci sukes dalam mendatangkan wisman, karena 80% wisman yang masuk ke Indonesia menggunakan moda transportasi udara, sedangkan sisanya melalui laut dan cross-border land.

Sementara itu untuk mendukung target 17 juta wisman tahun ini dibutuhkan sebanyak 25, 5 juta international seats, sedangkan yang sudah tersedia sebanyak 23,9 juta seats sehingga masih kekurangan 1,1 juta seats.

“Untuk meraih kunjungan 17 juta wisman di 2018, perlu pertumbuhan Year on Year (YoY) minimal 22% dan kita hanya bisa mengandalkan Bandara Ngruah Rai Denpasar (DPS) dan Bandara Soekarno Hatta Cengkareng (CGK), sedangkan selain kedua bandara tersebut kontribusinya hanya 10%,” tutur Menpar.

Pintu masuk bandara DPS diharapkan bisa tumbuh di atas 22% dan untuk itu, perlu pengembangan kapasitas bandara DPS agar tersedia tambahan slot untuk penambahan frekuensi maupun rute baru.

Jumlah international seats capacity baru yang harus dibangun di DPS tahun 2018, ditambahkan Menpar, minimal 600.000 seats atau setara dengan penambahan lima pesawat berbadan lebar atau WB (wide dody) ditambah lima pesawat berbedan sedang atau NB (narrow body) setiap hari.

Sementara itu trafik int’l di Bandara Sam Ratulangi International Airport Manado (MDC), Lombok International Airport (LOP), dan Yogyakarta Adisucipto International Airport (JOG) yang tumbuh cukup tinggi di 2017 juta, Menpar Arief Yahya, mengharapkan perlu segera diantisipasi kapasitasnya agar bisa tetap tumbuh. (omy)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari