Angkasa Pura 2

10 Tahun Lagi Pemerintah Optimistis Penumpang Angkutan Umum Capai 60 Persen

KoridorKamis, 15 Februari 2018
WhatsApp Image 2018-02-14 at 11.21.59

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Meski terkesan lama, namun waktu 10 tahun sesungguhnya sebentar dalam upaya meningkatkan jumlah pengguna angkutan umum terutama di Jakarta.

Pemerintah menargetkan sebanyak 60 persen dari pergerakan warga Jakarta pada tahun 2029 akan menggunakan angkutan umum masal. Pengembangan infrastruktur utama dikombinasikan dengan peningkatan sistem transportasi serta pengembangan Transport Oriented Development (TOD) di wilayah Jabodetabek, diyakini dapat merealisasikannya.

“Dengan pergerakan 60 persen tersebut artinya MRT, LRT, BRT, dan KRL sudah berfungsi dan menjadi bagian terpenting bagi masyarakat. Namun hal tersebut tidak akan terwujud jika tidak didukung oleh semua pihak, terutama peranan swasta,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Transportasi masal itu ketepatan waktunya lebih pasti, ramah lingkungan dan lain sebagainya. Saat ini pengguna angkutan umum masih di angka 40 persen.

Menhub menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan di daerah berskala besar akan tergantung pada perkembangan sistem transportasinya. Seperti yang diketahui di banyak kota besar, masalah transportasi muncul dalam kehidupan sehari-hari seperti kemacetan lalu lintas.

“Dengan kondisi ini tentunya kami ditantang untuk memperbaiki sistem transportasi guna mengatasi permasalahan,” ungkapnya.

Dalam pengembangan sistem transportasi untuk kota-kota besar, konsep TOD sering diajukan. Skema ini memberikan waktu tempuh yang lebih pendek dengan memusatkan simpul aktivitas dan mengintegrasikan transportasi umum berbasis rel dan atau jalan.

TOD biasanya merupakan penggunaan lahan campuran dengan kepadatan pengembangan properti yang tinggi. TOD akan menciptakan lingkungan yang mudah dijangkau karena transportasi umum dapat diakses dalam jarak lebih kurang 1 km atau sekitar 5 sampai 10 menit berjalan kaki.

“Saya yakin dengan mengembangkan TOD, masalah transportasi terutama kemacetan lalu lintas akan berkurang karena orang yang tinggal di daerah TOD cenderung menggunakan angkutan umum karena akan lebih nyaman. Ini sejalan dengan tujuan pembangunan transportasi untuk mengalihkan penggunaan mobil pribadi ke angkutan umum,” urai Menhub. (omy)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari