Angkasa Pura 2

Inilah yang Harus Dilaksanakan Maskapai Penerbangan untuk Tingkatkan Keselamatan

Bandara KokpitKamis, 15 Februari 2018
IMG_20180215_103927

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Untuk meningkatkan keselamatan penerbangan, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengingatkan kepada maskapai beberapa hal

Kepada semua maskapai penerbangan pemegang AOC 121, 135, OC 91 dan PSC 141, Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso menyatakan agar melakukan hal berikut:

-  Menekankan kepada pilot in command (PIC) untuk memastikan pemenuhan kriteria stabilize approach pada saat melakukan proses pendaratan dan segera melakukan go around apabila kriteria tersebut tidak dapat dipenuhi (unstabilize approach).

- PIC harus memastian pemenuhan terhadap MEL Category mengacu pada CASR 121.628 dan 135.157 terkait inoperable instruments and equipments sebelum melakukan penerbangan.

- Review standard operational procedures (SOP) untuk Adverse Weather Operation khususnya take off, approach dan landing limitation.

- PIC harus memastikan tercukupnya panjang landasan terutama dalam kondisi di mana terdapat genangan air (standing water/ wet runway) yang dapat memengaruhi efektifitas  pengereman (poor braking action).

- Memastikan flight dispatcher/ flight crew memperoleh data meteorologi trbaru alam menyiapkan flight plan.

- Menyarankan PIC untuk melakukan asessment terhadap kondisi cuaca sebelum take off guna menghindari kemungkinan masuk ke dalam cuaca buruk.

- Menginstruksikan PIC untuk menyampaikan inflight/ post flight weather observation kepada unit pelayanan navigasi penerbangan.

“Keselamatan penerbangan Indonesia sudah diakui dunia internasional dengan mendapatkan nilai efektivitas implementasi audit USOAP dari ICAO mencapai 81 %,” ungkapnya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (15/2/2018).

Karenanya, dia mengajak untuk tunjukkan pada dunia internasional bahwa Indonesia mampu menjaga keselamatan penerbangan kapan pun di seluruh penerbangan dan bandara. (omy)

loading...