Angkasa Pura 2

Kemhub Tingkatkan Keterisian Muatan Balik Kapal Ternak

DermagaKamis, 15 Februari 2018
kapal-pengangkut-ternak-sapi-dari-ntt-gelombang-pertama-mendarat-di-jakarta

KUPANG (BeritaTrans.com) – Guna efisiensi anggaran dan menekan biaya operasi angkutan kapal ternak yang sangat tinggi, menurut Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Capt. Wisnu Handoko, perlu adanya pemanfaatan muatan balik bisa berupa produk-produk atau hasil industri dari daerah konsumen ternak ke daerah penghasil ternak.

“Muatan balik yang dapat diangkut oleh kapal ternak adalah muatan yang bersifat tidak terkontaminasi oleh aroma kandang sapi dan tidak merusak kandang sapi itu sendiri dengan penerapan tarif menggunakan tarif komersial berdasarkan harga pasar,” kata Capt. Wisnu di Kupang, Rabu (14/2/2018).

Selain itu, kata dia, untuk perawat ternak atau kleder pembiayaannya dibebankan kepada masing-masing pemilik ternak yang akan diangkut.

“Dari sisi operasional teknis lapangan, kleder dari pemilik ternak lebih mengetahui karakteristik ternak yang dimilikinya sehingga tepat bila dikutsertakan saat pengangkutan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Capt. Wisnu menambahkan, untuk pendataan bobot sapi pada saat pemuatan di pelabuhan asal hingga penurunan ternak di daerah tujuan serta untuk keperluan evaluasi efektivitas kapal ternak, maka perlu adanya timbangan ternak.

“Untuk pengelolaan timbangan ternak tersebut dapat dilakukan salah satunya oleh lembaga karantina hewan, Pelindo, ataupun dinas peternakan Pemerintah Daerah,” ungkapnya.

Kapal khusus angkutan ternak yang dibangun Kemhub merupakan implementasi Tol Laut guna mendukung program pemenuhan ternak dari daerah sentra produksi ternak ke wilayah konsumen.

“Penyelenggaraan kapal khusus angkutan ternak memerhatikan prinsip animal welfare, sehingga dapat meminimalkan penyusutan bobot ternak 8% – 10%, sementara dengan menggunakan kapal kargo penyusutan bobot ternak mencapai lebih dari 13%,” pungkas Capt. Wisnu. (omy)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari