Angkasa Pura 2

Realisasi Angkutan Kapal Ternak Tahun 2017 Capai 84,21 Persen

DermagaKamis, 15 Februari 2018
IMG-20180215-WA0009

IMG-20180215-WA0010

KUPANG (BeritaTrans.com) – Realisasi angkutan ternak mencapai 84,21 persen atau 16 voyage dengan kapasitas 500 ekor per kapal dari target yang ditetapkan sebanyak 19 selama tahun 2017.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, yang diwakili Kepala Sub Direktorat Angkutan Laut Dalam Negeri Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Capt. Wisnu Handoko menyampaikannya saat paparan pada kegiatan Sosialisasi Notice of Readiness (NOR) Kapal Ternak Tahun Anggaran 2018 di On the Rock Hotel Kupang, Nusa Tenggara Timur, kemarin (14/2/2018).

“Sebagai upaya peningkatan distribusi ternak melalui angkutan laut dan pemenuhan kebutuhan daging di wilayah konsumen, pada Tahun Anggaran 2018 akan diselenggarakan enam trayek kapal ternak dengan menggunakan satu unit kapal ternak eksisiting dan lima kapal ternak baru,” ujar Capt. Wisnu.

Dia mengemukakan, dari enam trayek, sebanyak dua trayek akan dilayani oleh Pelni, dua trayek akan dilayani oleh ASDP Indonesia Ferry melalui penugasan, dan dua trayek lainnya akan dilayani oleh perusahaan swasta melalui mekanisme pelelangan umum.

Namun, menurut sumber dari Kementerian Pertanian, pemanfaatan kapal ternak masih belum mampu mempengaruhi penurunan harga di pasar karena dari 66.300 ekor target kuota pengeluaran ternak sapi dari Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2017, kapal ternak KM. Camara Nusantara 01 hanya dapat mengangkut 12.000 ekor (18%).

Kepada Kementerian Pertanian, operator kapal dan shipper, Kemhub kata Capt. Wisnu, meminta agar menerapkan sistem Infomasi Muatan dan Ruang Kapal (IMRK) agar tidak terjadi monopoli muatan. (omy)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari