Angkasa Pura 2

Ditjen Hubud Berlakukan Padat Karya Tunai di Lingkungan 286 Bandara

BandaraSenin, 19 Februari 2018
IMG_20180215_103051

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Dirjen Perhubungan Udara Udara Agus Santoso  memberlakukan kepwda Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) di 286 bandara diberbagai penjuru Indonesia untuk melaksanakan pekerjaan pemeliharaan dan pengelolaan dengan mengutamakan dan melibatkan masyarakat sekitar Bandara.

“Ini dapat diberdayakan dengan sistem pekerjaan padat karya. Hal tersebut demi menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo yang pro rakyat dengan anjuran bahwa pekerjaan padat karya langsung cash for work untuk berbagai kegiatan APBN,” tutur Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso di Jakarta, Senin (19/2/2018).

Program padat karya tunai kata dia, merupakan bentuk komit Pemerintah Indonesia secara menyeluruh untuk terus mendorong optimalisasi dana desa demi mendukung percepatan pengentasan kemiskinan di Tahun 2018.

Salah satu yang wajib melaksanakan program padat karya tunai ini adalah Kementerian Perhubungan yang secara spesifik dilaksanakan melalui proyek-proyek pembangunan infrastruktur transportasi.

“Dengan program padat karya ini akan meningkatkan peran masyarakat sekitar yang juga dapat memupuk rasa ikut memiliki dan ikut bertanggungjawab terhadap keselamatan dan keamanan bandara dan yang pasti masyarakat mendapatkan manfaat langsung berupa uang cash yang bisa dibawa pulang membantu perekonomian keluarganya,” ungkapnya.

Pekerjaan padat karya tunai untuk bandara yang dilakukan diuraikan Agus. diantaranya pengecatan, normalisasi saluran/ pembersihan saluran, pembuatan saluran tanpa pemasangan batu kali atau dengan pemasangan batu kali.

Selain itu, pekerjaan galian pondasi setempat/ menerus untuk konstruksi ringan (Saluran batu kali, dinding penahan tanah, Pagar),  pemagaran, pembangunan bagian bangunan Terminal, pembangunan bangunan operasi sederhana, galian penanaman kabel listrik ataupun  lampu landasan serta pekerjaan bantu terkait pembangunan/ pelapisan landasan.

“Kemhub mengalokasikan dana sebesar Rp15,123 triliun dengan belanja upah sebesar Rp1,274 trilun tahun 2018 untuk program padat karya tunai. Belanja upah tersebut ditargetkan dapat menyerap sebanyak 70.858 tenaga kerja di wilayah 831 desa di 739 Kabupaten/Kota dengan rentang waktu kerja mulai Februari hingga Oktober 2018,” pungkas Agus. (omy)