Angkasa Pura 2

Eloknya Gugusan Bukit Karst Pulau Pianemo Raja Ampat

DestinasiSenin, 19 Februari 2018
images (31)

RAJA AMPAT (BeritaTrans.com) – Kabupaten Raja Ampat tidak hanya menawarkan keindahan bawah laut dengan ragam flora dan faunanya yang mempesona. Salah satu kawasan di Papua Barat ini juga menawarkan keindahan pemandangan laut yang berpadu dengan gugusan bukit karst (karang) yang elok nian dipandang mata.

Nah, jika Anda berkunjung ke Raja Ampat, maka sempatkanlah mengunjungi Pulau Pianemo. Pulau yang berada di Distrik Waigeo Barat ini menyimpan sejuta pesona keindahaan alam bahari yang sayang untuk dilewatkan.

Gugusan bukit karst yang terhampar di kawasan ini tak kalah cantik dengan keindahan gugusan karst di Pulau Wayag yang telah menjadi ikon Raja Ampat. Bedanya, bentuk gugusan pulau karang di Pianemo lebih kecil karena itu banyak yang menyebut Pianemo sebagai Pulau Wayag mini.

Pianemo relatif lebih mudah dijangkau. Dari pelabuhan Waisaiyang merupakan pusat Administrasi Kabupaten Raja Ampat, perjalanan ke Pianemo bisa ditempuh sekitar 2—3 jam tergantung keadaan cuaca dengan speedboat atau kapal. Anda harus merogoh kantong hingga Rp500.000 untuk naik kapal dan Rp300.000 untuk speedboat.

Saat yang tepat untuk mendatangi Pianemo adalah di waktu pagi. Selain karena cuaca yang yang tidak terlalu terik, keindahan Pianemo sewaktu bermandikan cahaya mentari pagi juga menjadi alasan tersendiri.

Jika Anda hendak pergi ke pulau ini, pada jam 06.00 WIT, speedboat sudah siap membawa Anda dari Waisai ke Pulau Pianemo. MNC Media yang berkesempatan ikut dalam rombongan turis domestik dengan speedboat ini disuguhi keindahan pulau-pulau karang indah dipesisir pantai Raja Ampat.

Setelah dua jam perjalanan akhirnya speed boat yang kami tumpangi sudah mendekati perairan Pianemo. Sinar matahari pagi yang memantul di laut dan menerangi gugusan bukit karst di Pianemo tetap tidak kalah indah untuk dinikmati. Birunya air laut pun secara perlahan berganti hijau bening saat mendekati gugusan pulau karang dan merapat ke dermaga.

Sebelum masuk ke pulau Pianemo, para pengunjung diwajibkan untuk membayar restribusi adat di salah satu pos utama yang berada tepat di jalur masuk pulau Pianemo. Setelah ini, Anda akan masuk jalur yang menantang.

Untuk menikmati keindahan pemandangan Pianemo, Anda harus naik ke puncak bukit Pianemo. Tapi, jangan khawatir. Jalur yang terjal ke atas bukit itu bisa lalui dengan tangga kayu. Untuk mencapai puncak, Anda harus menaiki 336 anak tangga. Dan, bagi sebagian wisatawan, ini adalah tantangan bagi fisik mereka.

Tapi, segala macam tantangan dan beratnya naik anak tangga itu akan terbayarkan begitu Anda sampai di puncak bukit ini. Benar saja, setelah tiba di puncak bukit pianemo pemandangan indah pun terhampar di hadapan gugusan pulau karang yang melingkar seakan membentuk laguna hijau di tengah birunya samudera di kejauhan.

Para wisatawan yang sudah puas menikmati keindahan alam dari puncak bukit karang bisa pergi ke dermaga untuk membeli suvernir. Suvenir-suvenir ini adalah buatan warga tiga kampung di sekitar pulau itu.

Menurut salah satu pedagang, Echon, yang merupakan warga sekitar, suvernir yang disediakan ada beragam. Mulai dari minyak kelapa hingga suvenir khas Raja Ampat tersedia untuk para wisatawan yang ingin membawa sejumput kenangan dari Raja Ampat ke rumah mereka.

ASAL-USUL PIANEMO

Pianemo sendiri disebut-sebut sebagai Wayag versi kecil. Wayag adalah daerah yang masih termasuk ke dalam Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Di sana, punya pemandangan bukit-bukit karst yang menjulang.

Ternyata, di balik cerita keindahan-keindahan Piaynemo, ada satu hal yang menarik. Yakni arti kata Piaynemo itu sendiri. Pemilik Piaynemo Homestay, Elly Dimara membeberkan sedikit cerita tentang penamaan Piaynemo kepada KompasTravel serta rekan-rekan wartawan lain.

Elly menceritakan Pianemo sendiri berasal dari bahasa Biak. Ia menuturkan Piaynemo adalah sambungan antara bagian kepala dan gagang tombak atau harpun.

Harpun sendiri adalah alat yang panjang berbentuk seperti tombak yang digunakan untuk menangkap ikan atau mamalia laut besar seperti paus. Harpun diikat dengan tali atau rantai untuk mempermudah nelayan menarik hasil buruan.

“Jadi bentuk Pulau di Piaynemo ini seperti terputus tiga kalau dari jauh. Waktu masih jauh, bagian ujung pulau seperti mata tombak. Semakin dekat itu terlihat bersatu,” ujar Elly saat berbincang dengan KompasTravel di sela-sela acara paket wisata bahari PT Pelni “Let’s Go Raja Ampat” beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan bentuk pulau seperti tombak itu bisa dilihat wisatawan sejak dari Desa Wisata Arborek. Jika semakin dekat ke Pianemo, maka pulau-pulau itu akan terlihat menyambung.

Bentuk seperti harpun ini berada di sisi utara pulau. Hal itu diakui oleh Elly sebagai asal-usul atau kisah dibalik nama obyek wisata di Raja Ampat yakni Pianemo.

Piaynemo sendiri terletak di Desa Pam, Kecamatan Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Dari Sorong, Piaynemo bisa ditempuh dengan perjalanan sekitar enam jam perjalanan via laut.

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari