Angkasa Pura 2

Mengonsumsi Premium dan BBM RON Rendah Melanggar UU Lingkungan Hidup

STOK BBM JATENG

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Terkait informasi kelangkaan BBM Premium adan hal yang harus menjadi perhatian Pemerintah serta DPR. BBM RON rendah sudah tidak sesuai dengan spek kendaraan produk terbaru.

“Premium atau BBM RON rendah (RON 88) itu oleh UU Lingkungan Hidup sudah ditetapkan sebagai BBM yang harus dihentikan penggunaannya di negeri ini,” kata Direktur Puskepi Sofyano Zakaria menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, Senin (19/2/2018).

Ketika kini sudah diamanatkan oleh UU Lingkungan Hidup, lanjut dia,  maka seharusnya ini dipatuhi dan dilaksanakan. Tidak mematuhi UU itu bermakna melawan UU.

“BBM RON rendah (88) tidak “akrab” lingkungan. Bangsa ini harusnya peduli dengan masalah lingkungan,” jelas Sofyano yang juga pengamat migas itu.

Disisi lain, menurut dua, ada anggapan yang keliru pada banyak pihak di negeri ini. Premium dianggap sebagai barang yang terkait langsung  dengan perekonomian.

“Anggapan ini tidak tepat. Premium itu lebih sebagai barang konsumtif. Perekonomian terkait dengan BBM jenis solar bukan premium,” kilah Sofyano.

Apakah kendaraan truk, trailer, bus , kereta api (KA)  mengunakan premium? Tidak juga, mereka justru menggunakan BBM Solar.

“Masalah ini harusnya dipahami oleh banyak pihak dan tidak menjadikan Premium sebagai bahan bakar yang dijadikan komoditas politik dan dipolitisir,” tegas Sofyano.(helmi)

loading...