Angkasa Pura 2

Menhub Bilang Pembangunan DDT Dipercepat

EmplasemenSenin, 19 Februari 2018
image3

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pembangunan dwiganda atau double-double track ruas Manggarai-Cikatang dipercepat. Dari semula akan dirampungkan 2022 maka menjadi tahun 2020.

Saat ini progres proyek DDT yang terbagi menjadi 3 paket dengan total jalur sepanjang 35,8% yaitu Paket A antara Manggarai s/d Jatinegara sebesar 53%, Paket B-21 antara Jatinegara-Bekasi sebesar 78% dan Paket B1 antara Bekasi-Cikarang sebesar 100%

“Proyek DDT ini sangat vital baik untuk kereta jarak jauh atau kereta commuter oleh karenanya ini akan upayakan yang tadinya tahun 2022 akan kita upayakan untuk maju selesainya pada tahun 2020 . Tentunya ada manajemen waktu, manajemen keuangan, manajemen teknik dan manusia yang kita kembangkan supaya kapasitasnya naik dengan baik. Dengan selesainya proyek DDT akan mengurangi kerugian masyarakat yang mencapai triliun akibat kemacetan di jalan raya,” urai Menhub di Dipo kereta Cipinang, Ahad (18/2/2018).

Sebelumnya pada tahun 2017 telah dioperasikan tiga Stasiun di Bekasi Timur, Cibitung dan Cikarang. Sedangkan pada tahun ini akan diselesaikan lima Stasiun.

“Tahun 2018 akan diselesaikan lims Stasiun yaitu Klender, Buaran, Klender Baru, Cakung dan Kranji. Artinya level of service dari kereta commuter bertambah baik sehingga bisa menampung lapisan masyarakat,” terang Menhub.

Terkait lahan proyek DDT, akan dilakukan penertiban lahan sebesar 1100 M2 atau sebanyak 42 KK di Manggarai sampai Maret 2018.

“Saya imbau kepada masyarakat yang menggunakan tanah tersebut lebih kooperatif karena ini bukan unthk kepentingan pribadi tapi untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Nantinya, DDT ini akan meningkatkan kapasitas penumpang sebesar 25% terutama untuk jalur Manggarai-Kranji.

“Kita akan meningkatkan kapasitas mulai 2019 pada saat DDT Manggarai-Kranji selesai. Akan ada peningkatan 25%, artinya kapasitas angkut untuk masyarakat Bekasi sebanyak 100.000 penumpang,” pungkas dia. (omy)