Angkasa Pura 2

Trust Line Marine Santuni Istri Almarhum Capt. Suharja yang Kecelakaan Kerja di Kapal TB Trust 39

Dermaga SDMSelasa, 20 Februari 2018
IMG-20180220-WA0022

IMG-20180220-WA0020

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan kembali menjadi mediator dalam penyelesaian santunan bagi Anak Buah Kapal (ABK) yang mengalami musibah kerja dalam menjalankan tugasnya sebagai pelaut.

Kali ini, penyelesaian santunan terhadap ahli waris atas nama Capt. Suharja, Nakhoda kapal TB Trust 39 milik PT Trust Line Maritim yang mengalami kecelakaan kerja pada 31 Agustus 2017 di Perairan Sungai Kalai Kec Candi Laras Utara Kabupaten Tapin Kumai, Kalimantan Timur.

Penyerahan santunan senilai Rp150 juta diserahkan oleh Direktur Operasi Trust Line Marine, Bambang Sugiarto kepada Amelia Esanita Wirliandari yang merupakan istri korban selaku ahli waris di Jakarta, Senin (19/2/2018).

Menurut Direktur Perkapalan dan Kepelautan (Dirkapel) Junaidi, kecelakaan yang dialami Capt. Suharya berawal saat sedang menggandeng Barge TM 555 yang berlayar di Perairan Sungai Kalai Kalimantan Selatan. Saat ingin memastikan muatan agar sesuai standar keselamatan, dia melompat ke Barge TM 555 dan mengalami kecelakaan kerja karena kondisi kapal Barge TM 555 yang licin.

“Karena kondisi di Barge TM 555 licin sehingga Capt. Suharja terpeleset dan jatuh. Saat itu korban yang mengalami pendarahan di kepala dan sempat dibawa ke RS Abdul Ajis Marabahan, Batola Propinsi Kalimantan Selatan. Namun karena lukanya parah sehingga tak terselamatkan,” urai Junaidi di Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Menurutnya, ini suatu hal yang sangat baik ketika Pemerintah melalui Ditjen Perhubungan Laut menjadi mediator kedua belah pihak hingga hasil akhirnya dapat disepakati, diterima dan direalisasikan.

“Saya minta kepada semua pihak terkait, bila terjadi kecelakaan Kru Kapal atau ABK di atas kapal dan menyebabkan korban meninggal dunia agar segera menyelesaikan proses santunan kepada korban sehingga keluarga korban atau ahli waris tidak terlalu lama menunggu,” ungkapnya.

Junaidi juga menyampaikan turut belangsungkawa kepada istri korban selaku ahli waris dan berterima kasih kepada Trust Line Marine yang telah menyelesaikan pemberian santunan tersebut.

Hal ini juga menunjukkan bahwa mediasi yang dilakukan oleh Ditjen Perhubungan Laut merupakan salah satu bentuk pelayanan konkret dan dukungan kepada para pelaut Indonesia.

“Mediasi oleh Pemerintah ini menunjukkan kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat khususnya para pelaut Indonesia dalam upaya melindungi hak pelaut dan membantu menyelesaikan permasalahan seperti kejadian meninggalnya Nakhoda Kapal TB Trust ini,” pungkas Junaidi. (omy)

loading...
  • rudi

    Alhamdulillah akhirnya dipenuhi juga hak untuk ahli warisnya. semoga diberi ketabahan ya uni amel dan keluarga.