Angkasa Pura 2

Kemhub Minta Pengelola Objek Wisata Sediakan Tempat Istirahat Bagi Pengemudi Bus

Destinasi KoridorJumat, 23 Februari 2018
Dirjen Budi Setiyadi2
JAKARTA (BeritaTrans.com)- Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemhub) meminta pengelola wisata menyediakan tempat beristirahat bagi pengemudi bus wisata.
Untuk mengakomodir hal tersebut, diadakan rapat terkait ketersediaan tempat istirahat untuk pengemudi bus di tempat wisata dengan mengundang operator bus, pengelola tempat wisata, pengamat transportasi  dan Kementerian Pariwisata di Kementerian Perhubungan di Jakarta, Kamis (22/2/2018).
Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari beberapa pihak yang hadir. Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, saat membuka acara mengungkapkan bahwa dari hasil analisa dan evaluasi kecelakaan lalu lintas salah satunya akibat faktor kelelahan pengemudi. Di tanjakan Aman -tadinya bernama tanjakan Emen-  kecelakaan menelan korban sebanyak 27 orang.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menemukan bahwa salah satu faktor adalah pengemudi. “Apakah (masalahnya karena) pengemudinya mabuk, menggunakan narkoba, capai atau ngantuk? Kami coba urai karena mengantuk atau lelah ini karena paling sering terjadi pada pengemudi bus angkutan wisata,” jelas Budi.
Pengemudi dinilai belum mendapat hak dari operator bus maupun dari tempat wisata yang dituju. Salah satu hak yang perlu disediakan bagi para pengemudi adalah ketersediaan tempat istirahat. “Kalau mereka lelah, apakah diantara sekian pengelola tempat wisata sudah menyediakan tempat istirahat yang layak bagi pengemudi yang mau istirahat?” lanjut Budi sembari bertanya pada pengelola tempat wisata.
Budi mengatakan bahwa pengelola wisata dapat menyediakan tempat istirahat yang layak bagi pengemudi, setidaknya bisa untuk tidur supaya begitu mereka tiba di tempat wisata dapat beristirahat selama penumpangnya berekreasi. “Tidak perlu terlalu mewah, yang penting ada tempat tidur dan kasurnya,” tambah Budi.
Saat ini Budi menjelaskan, pihaknya masih menunggu tanggapan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk mendorong para pengelola tempat wisata untuk dapat menyediakan tempat istirahat yang layak bagi para pengemudi.
Terkait hal ini, Bayu selaku perwakilan dari Kemenpar menyatakan bahwa penyediaan tempat peristirahatan bagi para pengemudi bus ini adalah sebuah sudut pandang baru. Karena selama ini yang sesuai dengan perencanaan Kemenpar adalah disediakannya penginapan bagi wisatawan.
“Kami memang memiliki kewenangan untuk mengatur pola pengembangan pariwisata supaya menjadi daya tarik,” ungkap Bayu.
Kendati demikian, Bayu menjelaskan bahwa banyak diantara tempat wisata yang diluar pengelolaan Kemenpar. “Kami terus terang tidak dapat mendorong sistem atau kerjasama mereka terkait pola pengembangannya,” lanjutnya.
Namun Bayu menjabarkan bahwa pihak Kemenpar dapat memberikan dan menambahkan persyaratan bagi tempat wisata yang memenuhi standar Sapta Pesona.(helmi)

 

loading...